Ciloteh Tanpa Suara- Setiap orang minang dalam sebuah pertemuan, selalu ditanyakan “ apo suku sanak dan dimaa kampuangnya ? ( apa suku saudara, dan dimana kampungnya ?. Jika jawaban orang yang ditanya kebetulan sama dan apabila orang yang bertanya tersebut lebih tua maka dijawab “ sa suku kito , bamamak kaambo ! ( satu suku kita, panggil mamak sama saya)

Kumpulan dari kesatuan kelompok garis keturunan disebut dengan suku. Ada lagi lain kesatuan yang juga dinamakan suku, yaitu kelompok kaum yang disebut sebagai anak suku, atau suku kecil . Dengan terbentuknya anak suku , maka suku asal disebut suku besar atau suku induk. Suku besar ialah suku sederhana yang mempunyai hubungan dengan satu atau lebih anak suku. Anak suku mempunyai nama sendiri dan selamanya mempunyai hubungan dengan induk suku. Jika anak suku memutuskan hubungan dengan induk sukunya, barulah nama suku induk tidak dipakai lagi.

Sebagai contohnya di Nagari Batu Balang Kecamatan Harau terdapat empat suku besar,yaitu: 1).Suku Pitopang, 2) Suku Melayu, 3).Suku Bodi, 4).Suku Piliang. Suku Pitopang dengan Pucuk Suku Dt. Bagindo Simarajo nan Bapayuang, terdiri dari tiga anak suku yang disebut dengan : Pitopang Rumah Dalam., Pitopang Koto Kaciak, dan Pitopang Tanjuang Durian. Suku Melayu dengan Pucuk Suku Dt.Rajo Basa,terdiri dari tiga anak suku,yakni: Melayu Sumpu, Melayu Gunuang Hijau , dan Mandahiliang. Suku Bodi dengan Pucuk Suku Dt.Patiah nan Hitam, terdiri dari empat anak suku, yaitu : Bodi,Caniago, Sipanjang dan Singkuang

Di Nagari Situjuah Gadang Kecamatan Situjuah Limo Nagari terdiri 4 suku dan sasuku di Padang Kuniang sehingga disebutlah daerah 5 suku, suku besar ini dipimpin oleh Pucuk Suku dan Kaampek Suku, dan pada anak suku dipimpin oleh seorang Penghulu yang kedudukannya sebagai Tuo Kampuang ataupun Lantak Suku.

Adapun lima suku besar tersebut adalah : 1).Suku Piliang nan IX, 2).Suku Bodi nan VI, 3).Suku Pitopang 4 Niniak, 4).Suku Bendang Melayu, 5).Nan Sasuku Padang Kuniang

Datuak Nan 12. Suku Piliang nan 9 dengan Pucuk Sukunya Dt.Tan Marajo dan Kaampek sukunya Dt.Munsoid dari anak suku Tanjuang,yang terdiri dari sembilan anak suku, yakni : Tanjuang,Koto, Piliang,Picancang, Payobada,Sikumbang,Simabua, Sipisang dan Guci. Suku

Bodi Nan 6 dengan Pucuk sukunya Dt.Sinaro Nan Kuniang dari anak suku Singkuang,yang terdiri dari enam anak suku,yakni: Singkuang, Supanjang, Bodi,Lubuak Batang,Caniago dan Sungai Napar.

Suku Pitopang 4 Niniak dengan pucuk sukunya Dt.Majo Indo dan Dt.Mustapa Kaampek sukunya dari anak suku Pitopang, yang terdiri dari anak suku : Pitopang, Kutianyie, Jambak dan Salo.

Suku Bendang Melayu dengan Pucuk Sukunya Dt.Simarajo nan Batungkek Ameh dan Dt.Putiah Kaampek Sukunya dari Melayu, yang terdiri dari anak suku : Melayu, Bendang, Kampai dan Mandahiliang.

Nan Sasuku di Padang Kuniang Datuak nan 12 dengan Pucuk Sukunya Dt.Paduko Sindo nan Batungkek Ameh dari Melayu, yang terdiri dari anak sukunya : Melayu, Pitopang, Sipisang, Picancang, Singkuang, Caniago, Tanjuang, Payobada, Kampai dan Piliang 3 Datuak.Yang menarik adalah suku Padang Kuniang ini dengan anak sukunya ,dimana di nagari lain merupakan nama suku tungal.

Di Nagari lain pada di Limapuluh Kota ini, ada yang menyebut suku yang terdiri dari gabungan beberapa Suku (suku komposit) dan pada taraf tertentu , berdiri sendiri dan merupakan bersama sama satu kebulatan yang lazimnya disebut dengan sudut . Dimana pada setiap sudut mempunyai pemimpin sendiri, seorang pucuk keempat suku. Yang menariknya adalah suku-suku yang mempunyai gabungan lebih dari empat suku, penghulu pucukpun dinamakan penghulu keempat suku juga.

Marilah kita lihat suku komposit ( sudut ) yang ada di nagari pada Kecamatan Guguak dan pada nagari yang ada pada Kecamatan Suliki :

  1. Sudut Nan IX : Koto, Piliang, Tanjuang, Payobada, Pagacancang, Sikumbang, Sipisang, Simabua, dan Guci.
  2. Sudut Nan V : Pitopang, Kutianyia ,Jambak, Salo dan Banuhampu.
  3. Sudut Nan VI : Bodi, Caniago,Sipanjang,Singkuang, Capak Hapa dan Salo.
  4. Sudut Nan IV : Melayu, Bendang, Mandahiliang dan Kampai

Pada Nagari Kurai dan nagari Suliki Kecamatan Suliki Sudut Nan IV terdiri dari : Bodi,Caniago ,Simabua dan Sipanjang. Sementara di Suliki Sudut nan IV terdiri dari : Bodi , Caniago, Sipanjang dan Singkuang. Dan Suku Melayu di Suliki masuk Sudut Nan IX.

Sementara itu , suku Sembilan di Kenagarian Tarantang Kecamatan Harau terdiri dari bagian Sembilan Diateh, Sembilan Dibaruah, Sembilan Soriak dan Sembilan Guguak yang sangat berbeda dengan pengertian sudut sembilan pada nagari-nagari yang lain.

Berdasarkan informasi lainnya di Kabupaten Limapuluh Kota bagian-bagian dari sudut ini adalah sebagai berikut :

  1. Sudut nan IX : Koto, Piliang, Tanjuang, Payobada, Sikumbang,Pagacancang, Sipisang, Simabua/Dalimo dan Guci.
  2. Sudut nan VII : Bodi, Caniago, Sumagek, Supanjang,Singkuang, Mandaliko dan Balai Mansiang.
  3. Sudut nan VI : Pitopang, Kutianyia, Jambak, Salo, Banuhampu dan Buluh Kasok .
  4. Sudut nan V : Bendang ,Melayu, Kampai,Mandahilian, Domo/Panai

Kita lihat juga nama-nama kaampek suku yang ada di Kenagarian Koto Nan Gadang Kota Payakumbuh adalah :

  1. Suku Sembilan Empat Per Empat, yang berfungsi sebagai Rajo Adat, terdiri dari: Tanjuang Nan Limo, Koto Nan Limo, Sipisang/Simabua, Tigo Buah Paruik ( Dalimo, Piliang, Pagar Cancang).
  2. Suku Limo Nan Tujuah, yang berfungsi sebagai Rajo Ibadat, terdiri dari : Kampai Nan Ampek, Malayu, Mandailiang Nan Anam, Bendang.
  3. Suku Ampek Niniak, yang berfungsi sebagai Pamuncak Adat, terdiri dari : Patapang, Katianyir,
  4. Suku Bodi Caniago, yang berfungsi sebagai Peti Bunian Adat, terdiri dari: Bodi Caniogo ( suku yang berdiri sendiri )

Sementara dalam Nagari Koto Nan Ampek Kota Payakumbuh adalah empat sukunya : Bodi, Sembilan, IV Niniak, dan Suku V dan VII.

Di dalam ke empat suku di Kenagarian Koto Nan Ampek mempunyai Sembilan belas kampuang :

  1. Suku Bodi mempunyai lima kampung : Kampung Bodi, Caniago ,Dalimo, Piliang, dan Pagacancang.
  2. Suku Sembilan mempunyai enam kampungnya : Kampung Koto, Sikumbang, Simabur, Sipisang, Tanjuang, dan Payobadar.
  3. Suku IV Niniak mempunyai empat kampungnya :Kampung Petopang, Katianyir, Jambak dan Salo.
  4. Suku V Nan VII mempunyai empat kampungnya : Kampung Kampai, Mandahiliang, Bendang dan Melayu.

Dapat kita simpulkan disini bahwa istilah suku di Minangkabau dan khususnya di Limapuluh Kota ada mempunyai banyak penggertian,yaitu suku sebagai ketungalan silsilah, suku sebagai kelompok, suku sebagai kelompok sederhana dan suku sebagai gabungan (komposit) atau yang disebut dengan “sudut”, suku sebagai kelompok besar dan kecil.

Dan apabila kita bandingkan “sudut” yang ada di Luhak Limopuluah Kota, maka terdapatlah kita simpulkan :

  1. nama sudut adalah sama
  2. nama bagian-bagiannya tidak sama
  3. nama dari suku-suku bersifat territorial atau geneologis

Pulutan- Saiful Guci