Ciloteh Tanpa Suara- Untuk ketiga kalinya Darwis berkunjung kerumah untuk refleksi penyakitnya, dan setelah selesai refleksi, saya tetap berkata “ untuk saya tidak perlu, masukkan saja sedekah Anda ke dalam kotak infak pembangunan masjid Al Ikhlas Pulutan, dan jangan lupa berdoa infak atau sedekah Anda benar-benar untuk kesembuhan penyakit Anda, karena sedekah bisa menjadi obat bagi penyakit Anda! Rasulullah bersabda : “Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah.” (HR. Baihaqi)” ujar saya.

“ sudah kemana mana saya berobat, baru sama bapak saya menemukan pembayaran pengobatan dengan bersedekah, dan kami bersama istri sejak datang kemari berobat sudah terasa senangnya, hati tentram dan dada tidak terasa menyesak lagi dan istri saya yang kena strok sudah dapat berjalan kembali“ ujar Darwis

Sambil tersenyum saya jawab “ bersyukurlah kepada Allah, mungkin saja penyakit bapak bersama istri merupakan ujian dari Allah dan salah satu obatnya yaitu bersedekah, sementara refleksi merupakan jalan penyembuhan.

Harta yang yang kita cari dan kita miliki bisa diibaratkan seperti air. Air hanya punya cita-cita mengalir ketempat yang rendah dan pada suatu saat sampai ke samudera luas. Air yang kita ambil dari sumber yang jernih, akan menyehatkan badan kita. Air yang kotor akan menyebabkan tubuh sakit dan jiwa mati. Air yang kita minum, dalam keadaan apapun kita, air akan memaksa kita untuk mengeluarkannya. Apakah situasi di tengah malam, dipagi dan siang hari atau dalam bekerja maupun dalam perjalan apabila dia ingin keluar maka segera kita keluarkan. Apabila kita tahan dan tidak dikeluarkan air akan menyebabkan kita sakit.

Apabila kita sudah mendapatkan air yang bersih, alirkanlah air tersebut ke tempat-tempat yang membutuhkan. Lihatlah kolam ikan atau akuarium, apabila airnya tidak mengalir makan ikan-ikan tersebut terancam mati. Namun apabila airnya mengalir ataupun berputar dengan penyaring, maka ikan-ikan di dalamnya akan dapat tumbuh dengan baik.

Begitu pula dengan harta yang kita punyai dan yang kita simpan, harta akan memaksa kita untuk mengeluarkannya dengan cara baik ataupun dengan cara buruk . Dengan cara baik di keluarkan dalam bentuk zakat, infak dan sedekah dan ikut membangun masjid, rumah sekolah, puskesmas , irigasi pertanian dll. Harta benda yang kita sumbangkan untuk kebaikan , akan mengalir sebagai amal saleh dan akan membersihkan jiwa.

Apabila harta tak pernah kita sedekahkan dan dikeluarkan zakatnya, harta akan memaksa orang yang mempunyai dan menyimpannya dengan paksa , bisa saja dalam bentuk dicuri orang, rumah terbakar, keluarga sakit dan ditimpa musibah lainnya. Mungkin saja penyakit yang bapak dan keluarga bapak ini merupakan ujian dari Allah . Dan salah satu penyembuhannya adalah dengan bersedekah di jalan Allah. Sambil mengutip sebuah hadis :” Ujian yang menimpa seseorang pada keluarga, harta, jiwa, anak, dan tetangganya bisa dihapus dengan puasa, shalat, sedekah, dan amar makruf nahi munkar.” (HR. Bukhari dan Muslim)” ulas saya .

“ terimakasih pak Saiful, yang telah mengingatkan kami, memang kami terhadap bersedekah dan berzakat belum begitu menjadi perhatian. Dimana dalam pikiran kami sebelum ini , bagaimana usaha rumah makan kami semakin besar. Namun apa yang bapak sampaikan telah kami alami, rumah makan kami terbakar , anak kami patah karena kecelakaan dan sejak itu istri saya mendapat penyakit strok yang telah kemana-mana kami berobat.

Dan kami sejak berkunjung kesini, mendapat pelajaran berharga dan ingin mengikuti terhadap apa yang bapak lakukan dan ceritakan. Ada menyisihkan sebagian hasil kolam renang dalam bentuk Jumat berkah, memelihara anak yatim dan menyekolahkannya dengan program dompet dhuafa serta semua orang yang datang refleksi kepada bapak di suruh bersedekah dimana diperuntukkan 100 % untuk pembangunan masjid, Masya Allah. Hal ini mengingatkan saya terhadap bapak , orang yang ada dalam Surat An_Nisa’ ayat 114 “orang yang menyuruh (manusia) untuk memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar. (QS.An-Nisa’ ayat 114)” Ujar Darwis

“ Bapak jangan dulu memuji saya, jika tidak mau saya ajak untuk mengamalkan bersama surat An-Nisa’ ayat 114 tersebut , apakah pak Darwis mau bersama saya ikut membangun rumah di Sorga. Jika bersedia,mari kita buat jendela sebuah bangunan di dalam sorga “ ajak saya.

“ bagai caranya ?” Tanya Darwis singkat
“ yaa melalui bersedekah untuk pembangunan Masjid : Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ib`nu Majah).

Sekarang saya sebagai ketua pembangunan mengumpulkan dana untuk membeli kaca tebal 10 mm untuk 12 jendela Masjid sebanyak 14 buah, dimana harganya sekitar @Rp.4 juta perlobang setelah diberi kaligrafi, sekarang baru ada 3 lobang tinggal lagi 9 lobang , dimana sekarang kacanya telah saya pesan semua dalam kondisi berhutang Rp.25 juta dan saya harapkan pak Darwis merupakan salah seorang donaturnya, sebab diharapkan masyarakat jorong Pulutan , baru mampu digerakkan dengan gerakan berjargon “ GEDUBANG MAS (GErakan DUaribu BANGun Masjid AlIklas Sehari dan baru satu tahun berjalan” ujar saya.

Kemudian Darwis berkata“ kalau begitu saya bersedia dan di rumah makan saya akan saya buatkan juga kotak Infak untuk pembangunan Masjid Al Ikhlas Pulutan , tapi beri kami stiker GEDUBANG MAS dan nanti juga setiap bulannya akan saya kirimkan uang paling kurang sebesar Rp.500.000,- untuk membantu melunasi hutang pembayaran kaca jendela Masjid tersebut “ ujar Darwis

“ Alhamdulillah, semoga rezeki pak Darwis semakin luas dan usaha rumah makannya semakin ramai dikunjungi orang. Sebab sedekah dalam Rukun Islam ibaratkan membuat jendela dari sebuah bangunan, apalagi sedekah untuk masjid kita niatkan untuk membangun jendela rumah di Sorga. Kenapa Jendela Sorga ?, dalam rukun Islam sedekah ibaratkan jendela dari sebuah bangunan. Dimana Rukun Islam yang lima ibaratkan sebuah bangunan yang kokoh , membaca dua kalimah syahadat sebagai pondasinya, mendirikan sholat sebagai pilar atau tiangnya, puasa dibulan Ramadhan sebagai perisai atau dindingnya, menunaikan infak, sedekah dan zakat sebagai pintu jendela dan pintu masuk atau tempat sirkulasi udaranya, sementara menunaikan Haji bagi orang yang mampu adalah sebagai atapnya.” terang saya.

“Semoga kita termasuk orang yang mencari keridhaan Allah “ ujar Darwis

“Tidak ada orang menjadi miskin karena bersedekah pak Darwis malahan menambah banyak harta seseorang “Dan amal sedekah itu hanyalah akan menambah seseorang makin banyak hartanya maka bersedekahlah kalian, niscaya Allah swt. Akan melimpahkan rahmat-Nya kepada kalian.” (HR Ibnu Abi Dunya).

Salah satu ciri harta yang berkah adalah baik dan halal cara mendapatkannya, memanfaatkanya, dan menyalurkannya. Harta yang berkah itulah yang akan membawa kesejahteraan bagi pemiliknya, lahir maupun batin. InsyaAllah

Fastabiqul Khairat – Berlomba Lombalah Untuk Kebaikan.Bagi dermawan dan donator yang ingin langsung menyumbang, infak dan sedekahnya secara stor langsung karena berada diperantauan dapat ditransfer melalui Bank Nagari – Cabang Payakumbuh Nomor Rekening:

Rekening Bank Nagari Nomor : 0103.0213.01636-1 an. Masjid Al-Ikhlas dan setelah ditranfer beritahu ke WA saya 081363314918. Terimakasih.

Saiful Guci, 27 September 2018

SHARE