SEBAIKNYA KITA TAHU

Siapa yang pertama menyatakan dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia?: Adalah Bangsa Arab, Palestina.

Setahun sebelum kemerdekaan diproklamirkan, Bangsa Arab , Palestina, melalui Mufti Besarnya, Syaikh Muhammad Amin Al-Husaini sudah menyatakan dukungannya untuk Indonesia.

SEBAIKNYA KITA TAHU

Siapa yang pertama menyiarkan dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia?: Adalah Bangsa Arab, Palestina melalui radio.

Pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan ‘ucapan selamat’ dari Syaikh Amin Al-Husaini ke seluruh dunia Islam untuk mendukung kemerdekaan Indonesia. Zein Hassan Lc. Lt. sebagai pelaku sejarah, di dalam bukunya yang berjudul Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri, menjelaskan tentang peran serta, opini dan dukungan nyata Syekh Muhammad Amin Al-Husaini secara terbuka mengenai kemerdekaan Indonesia (Penerbit Bulan Bintang Jakarta, 1980, hal. 40):

“Sebagai contoh, pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan ‘ucapan selamat’ mufti Besar Palestina Amin Al-Husaini kepada Alam Islami, bertepatan ‘pengakuan Jepang’ atas kemerdekaan Indonesia.”

 “Berita yang disiarkan radio tersebut dua hari berturut-turut, kami sebar-luaskan, bahkan harian “Al-Ahram” yang terkenal ketelitiannya juga menyiarkan berita ini.” (Penerbit Bulan Bintang Jakarta, 1980, hal. 40)

SEBAIKNYA KITA TAHU

Siapakah yang memberikan rumahnya untuk Memproklamirkan kemerdekaan : Bangsa Arab.

Rumah bersejarah tempat memproklamirkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945 yang menjadi tonggak awal berdirinya negara Republik Indonesia  di Jl. Pegangsaan Timur 56, Cikini Jakarta yang kemudian pernah di huni oleh Presiden pertama republik ini, ternyata milik seorang saudagar besar keturunan Arab bernama Faradj bin Said Awad Martak, President Direktur N.V. Alegemeene Import-Export en Handel Marba. Dan di hibahkan kepada Bangsa Indonesia. Ayahanda Ketum GNPF-Ulama Yusuf Muhammad Martak.

SEBAIKNYA KITA TAHU

Bung Karno sakit beri-beri sebelum proklamasi, sembuh diberi MADU ARAB oleh keturunan Arab bernama Faradj bin Said Awad Martak.

SEBAIKNYA KITA TAHU
Siapa yang pertama memberitakan kemerdekaan Indonesia? : koran-koran ARAB. Berawal dari Mansur Abu Makarim keturunan Arab, seorang informan Indonesia yang bekerja di Kedutaan Belanda di Kairo,  Mesir yang membaca di Majalah Vrij Netherland yang memberitakan bahwa Negara Indonesia sudah memproklamirkan kemerdekaannya, kemudian memberitahukannya kepada koran-koran dan radio di Mesir.

Rakyat Mesir dan anggota-anggota organisasi Islam menyambut gembira. Koran-koran dan radio Mesir mengatakan bahwa ini adalah awal kebangkitan di dunia Islam. Juga dinyatakan ini adalah awal dari kemerdekaan negara-negara di dunia Islam untuk terbebas dari belenggu penjajahan negara-negara Barat.

SEBAIKNYA KITA TAHU

Siapa yang pertama mengakui kedaulatan Republik Indonesia? : ARAB Mesir & Palestina. Sejak Mesir dan Palestina mengakui dan mendukung kemerdekaan Indonesia, negara-negara di Timur Tengah berduyun-duyun mengakui kemerdekaan Indonesia. Bukan hanya itu, India pun kemudian mengikuti langkah Mesir dan Palestina,

Selain kepiawaian Haji Agus Salim untuk melobi negara-negara Timur Tengah, juga karena dukungan dari gerakan-gerakan Islam di Timur Tengah pada umumnya dan Mesir pada khususnya

SEBAIKNYA KITA TAHU

Siapa yang membela Kemerdekaan Indonesia pertama kali di Luar Negeri : Adalah Bangsa Arab.

Pada 16 Oktober 1945 sejumlah ulama di Mesir dan Dunia Arab dengan inisiatif sendiri membentuk ‘Lajnatud Difa’i’an Indonesia’ (Panitia Pembela Indonesia). Ikhwanul Muslimin yang berpusat di Mesir dan dipimpin oleh Hasan Al Banna saat itu menjadi unsur utama gerakan ini.

sumber dari Google

Sheikh Hassan Ahmed Abdel Rahman Muhammed al-Banna atau lebih dikenal sebagai Sheikh Hassan al-Banna (14 Oktober 1906 – 12 Februari 1949, umur 42 tahun), adalah cendekiawan Muslim dari Mesir pendiri Ikhwanul Muslimin, salah satu organisasi Islam terbesar dan berpengaruh pada Abad 20.

Ketika Indonesia sudah memproklamirkan kemerdekaannya, tanpa lelah ia terus menyatakan dukungannya secara terus-menerus terhadap kemerdekaan Indonesia. Dukungan tersebut ia salurkan melaui beberapa tulisan, berbagai tabligh akbar, dan demonstrasi yang terus digelar.

Kuatnya dukungan rajyat Mesir kepada kemerdekaan Indonesia, membuat pemerintah Mesir menyatakan kedaulatan Indonesia pada tanggal 22 Maret 1946.

Dengan begitu, Mesir adalah negara pertama yang mendukung proklamasi dan mengakui kemerdekaan Indonesia. Setelah itu menyusul Suriah, Irak, Libanon, Yaman, Saudi Arabia, dan Afghanistan yang mengakui kemerdekaan Republik Indonesia. Selain negara-negara tersebut, negara-negara di Liga Arab lainnya juga mengakui kemerdekaan Indonesia.

Melihat fenomena itu, majalah Time pada 25 Desember 1946 melakukan propaganda dengan menakut-nakuti barat dengan kebangkitan nasionalis Islam di Asia dan di dunia Arab.

Kebangkitan Islam di negara mayoritas Muslim terbesar di dunia seperti Indonesia ini, membuat inspirasi negara-negara di Arab dan Muslim lainnya, terutama yang belum merdeka, untuk juga membebaskan diri dari penjajahan oleh negara-negara Eropa.

Sejak itu Ikhwanul Muslimin sering mengadakan demo besar-besaran mendesak pemerintah Mesir untuk mengakui kemerdekaan Indonesia. Para kelasi kapal yang bekerja di kapal-kapal Inggris banyak yang melakukan pemogokan bahkan berhenti bekerja dan mengajukan tuntutan kepada pemerintah Inggris supaya berhenti membantu Belanda.

Bahkan ada mahasiswa Indonesia yaitu Mohammad Zein Hassan yang bekerja di kapal Inggris di Tunisia, berhenti bekerja di kapal Inggris itu dan berjalan kaki dari Tunisia ke Mesir.

Ketika ditanya kenapa ia berjalan kaki sejauh itu, Zein Hassan menjawab, “Seluruh perusahaan transportasi dari Tunisia ke Mesir adalah milik Inggris dan ulama-ulama di Mesir mengharamkan bekerjasama dengan Inggris yang membantu Belanda menghalang-halangi kemerdekaan Indonesia!”

Saat itu Ikhwanul Muslimin juga membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa-mahasiswa Indonesia di Mesir untuk menulis tentang kemerdekaan Indonesia di koran-koran dan majalah milik Ikhwan

SEBAIKNYA KITA TAHU

Siapa yang ikut sholat gaib untuk para pejuang Indonesia : adalah bangsa Arab Mesir

Ketika terjadi pertempuran Surabaya 10 November 1945 dan banyak koran Indonesia memberitakan, Ikhwanul Muslimin dan gerakan Islam lainnya mengadakan shalat ghaib berjamaah di banyak tempat di Mesir.

Atas desakan ikhwanul Muslimin dan gerakan Islam lainnya akhirnya Negara Mesir di bawah pimpinan Raja Farouk ketika itu mengakui kemerdekaan Indonesia pada 22 Maret 1946. Setelah itu pemerintah Mesir mengirimkan utusan khususnya yang membawa surat pengakuan itu untuk menemui Presiden Soekarno di ibukota RI, Yogyakarta.

SEBAIKNYA KITA TAHU
Siapa yang pertama mengirim bantuan senjata dari luar Indonesia pasca Proklamasi? ARAB, senjata dari Mesir diangkut atas biaya Arab Saudi.

Pemerintah Mesir juga menyalurkan bantuan lunak berupa uang kepada pemerintahan Indonesia yang kas-nya masih kosong. Sungguh sebuah bantuan yang sangat berarti. Hal ini kemudian diikuti oleh negara-negara Timur Tengah lainnya

SEBAIKNYA KITA TAHU
Kakeknya Bung Hatta dari pihak ayah, Abdurahman Batuhampar dikenal sebagai ulama pendiri Surau Batuhampar, belajar di ARAB.

SEBAIKNYA KITA TAHU

Kyai Ahmad Dahlan dan Kyai Hasyim menimba ilmu di ARAB kepada Ahmad Khatib bin Abdul al-Minangkabawi, asal Minangkabau. Orang yang dianggap berbahaya oleh Snouck Hurgronje adalah orang yang pulang dari ARAB, karena itu ditandai dengan gelar HAJI.

SEBAIKNYA KITA TAHU

Yang menyelamatkan Bendera Pusaka saat agresi militer Belanda II 1948 adalah orang ARAB, Mayor Husein Muthahhar. Beliau juga penyusun lagu Dirgahayu Indonesiaku, Hymne Syukur dan Mars Pramuka.

SEBAIKNYA KITA TAHU
Salah satu bapak pendiri bangsa kita adalah orang ARAB, AR. Baswedan anggota BPUPKI dan Wakil Menteri Penerangan 1946. Kakek Anis Baswedan Gubernur Jakarta.

SEBAIKNYA KITA TAHU
Lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila, dibuat oleh keturunan ARAB, Syarif Abdul Hamid al-Kadrie. Sultan Pontianak. Dengan perisai Pancasila sebagai tapak Ka’bah dan Hijir ismail. Dan Usul Nur Cahaya (Bintang) dari M.Natsir.

Jika diteliti, PANCA SILA tersebut banyak berasal dari bahasa ARAB

SEBAIKNYA KITA TAHU
Sultan Syarif Kasim II keturunan ARAB, menyerahkan mahkota, istana, dan hampir seluruh kekayaan Kesultanan Siak Sri Inderapura kepada pemerintah RI termasuk Uang sebesar 13 juta gulden setara 69 juta euro atau lebih dari 1 triliun rupiah. Segepok uang itulah yang diberikan secara cuma-cuma oleh Sultan Syarif Kasim II kepada Presiden Republik Indonesia pertama, Ir. Sukarno. Belum lapangan minyak Stanvac yang menjadi pemasukan utama NKRI selama 73 tahun ini

Pustaka:

  • wikipedia, Hassan al-Banna, Amin al-Husseini, Dmitry Manuilsky, Dirk Jan Struik, Joseph Benedict Chifley, Poncke Princen, Tadashi Maeda, Komarudin (Yang Chill Sung), K’tut Tantri,
  • Historia.id, Orang-orang Asing yang Membantu Perjuangan Kemerdekaan Indonesia
  • Dari Berbagai Sumber

Saiful Guci, 29 November 2018