Ciloteh Tanpa Suara- Salah satu pesan mamak terhadap kemenakannya di minangkabau adalah, jika kita benci terhadap seseorang janganlah terus terang dikatakan. Jika dikatakan secara terus terang itu disebut orang yang tidak beretika,tidak beradab ,tidak beradat, tidak bertamaddun.

Orang yang tidak beradat dalam berbicara disebutkan “ waang mangecek saroman jo anak-anak ( kamu berbicara seperti anak-anak)

Menurut etika atau tata nilai, mereka yang bicara terus terang adalah anak-anak yang belum mengerti dengan bahasa kiasan, lambang-lambang atau simbol-simbol, hanya baru tahu memakai bahasa untuk berkata-kata saja, belum sampai pada taraf seni bahasa, adab bahasa dan sopan santun.

Maka pesan mamak yang disebutkan melalui pepatah petitih diajarkan untuk tidak harus berterus terang dalam berbicara walaupun kita membenci lawan bicara kita atau berseberangan politik dengan mereka :

Sungguhpun harimau dalam paruik
Kambiang juo nan musti dikaluakan
(Sungguhpun harimau dalam perut
Kambing juga yang mesti di keluarkan)

Namun sejak kita mengenal facebook,whatsapp, twitter, istagram dalam pembicaraan apabila kita masuk dan bicara di group-group malahan di group orang minangkabau, dalam berkomunikasi tidak adalagi “ereang jo gendeang” langsung apa yang takana (dingat) ditulis tanpa ada saringan langsuang saja “ bacaruik pungkang”

Sudah lupa dengan istilah :

Tibo di kandang kambiang mambebek
Tibo di kandang kabau malanguah
(Berada di kandang kambiang mambebek
Berada di kandang kerbau melenguh)

Telah lupa pesan mamak apabila menyampaikan sesuatu lakukanlah dengan beribarat, bermisal-misal, sindir-menyindir, mempergunakan lambang-lambang atau simbol-simbol, dalam bentuk pantun atau pepatah petitih, atau secara sambil lalu dalam kelakar dan senda gurau.

Apabila ingin menegur tingkah laku atau perbuatan seseorang yang tidak sejalan dengan etika dan norma-norma yang berlaku, tidaklah mereka lakukan secara terus terang.

Berterus terang dapat pula menimbulkan akibat samping yang tidak menguntungkan, bahkan dapat menjadikan sebuah pergaulan retak, renggang atau putus.

Ada lagi pesan mamak yang tidak diikuti lagi “ kok baduto jan lupo ,kok lupo jan baduto “ (jika berdusta jangan pelupa, jika pelupa jangan berdusta)

Contoh sindirin dan simbol pesan mamak dulu.
Lai masih takana juo dek sanak arti pasan mamak ?
“ asahlah kincie-kincie kamanakan lai.. !”

Saiful Guci, 4 Oktober 2018

SHARE