Ciloteh Tanpa Suara- Saat pak Anthon Lubuk pegawai Istana Pagaruyuang memamerkan tongkat warisan yang terbuat dari kuningan berkepala sepasang ular naga di statusnya, saya katakan bahwa saya juga punya tongkat naga beringsang yang mempunyai sepasang kepala ular naga.

Timbul ide dari pak Anthon Lubuk Datok Rangkayo Basa Batuah anak dari bapak Lubuak Sati putra Limbanang tersebut supaya saya dapat mengartikan tulisan yang ada pada tongkat dan filosofi dari kedua tongkat tersebut. Dan saya sarankan untuk mengirimkan tulisan dari kedua belah dari tongkat tersebut. Dan Pak Anthon Lubuk mengirimkanya.

Makna Tulisan Pada Tongkat Naga Beringsang

Tongkat Naga Beringsang bertulisan HANACARAKA yang terdiri dari 20 aksara berupa suku kata yang terdiri empat baris.Adapun makna dari  tiap hurufnya adalah:

  1. aksara HANACARAKA

    HA : artinya Hana hurip wening suci ,artinya adanya hidup adalah kehendak dari Sang Maha Suci (Allah SWT).

  2. NA: artinya Nur Candra artinya Cahaya bulan,digambarkan sebagai cahaya bulan sebab sinarnya terang ,teduh/tidak panas,mendinginkan qolbu  maksudnya pengharapan dari manusia hanya  ke Nur Illahi yang sifatnya terang,teduh dan mendinginkan/menenangkan hati.
  3. CA:artinya Cipta wening /Cipta mandulu /Cipta dadi artinya Kehendak Sang Pencipta/Arah dan Tujuan Sang Pencipta menciptakan makhluk/ Kehendak Sang Pencipta Yang menjadikan hidup semua makhluk. Maksudnya adalah Bahwa Sang Pencipta yang telah menciptakan dan menjadikan seluruh makhluknya,hendaknya manusia menyadari bahwa hidup didunia harus sesuai dengan kehendak, arah dan tujuan Sang pencipta menciptakan sesuai kodratnya masin-masing,dimana pada akhirnya akan kembali lagi kepada satu tujuan yaitu Sang Pencipta.
  4. RA:artinya Rahsa ingsun handulu asih artinya  Rahsa sejati didalam diri manusia dapat muncul/memancar bila diiringi dengan cinta kasih dari hati nuraninya secara ikhlas kepada semua makhluk ciptaan-Nya.
  5. KA:artinya Karsa ingsun memayu hayuning bawana artinya Kehendak dari dalam diri manusia (Iradat) dimana kehendak diwujudkan dalam perilakunya  ditujukan untuk kesejahteraan semua makhluk dimuka bumi ini.
  6. DA:artinya Dumadining dzat kang tanpa winangenan artinya adanya Zat Sang Pencipta tiada lagi berjarak dengan hambanya ,maksudnya sangat dekat dan menyatu,diam didalam diri hamba-Nya.Karna itu hendaknya kita selalu merasakan Ihsan (Selalu merasa diawasi).
  7. TA: artinya Tatas, Tutus, Titis, Titi lan wibawa  artinya dalam hidup kita harus punya pedoman/landasan/agama yang kita yakini secara totalitas/keseluruhan tanpa keraguan,sehingga mempunyai arah dan pandangan hidup yang jelas serta teliti untuk memilih/membedakan antara yang baik dan yang buruk atau yang halal dan haram untuk menciptakan wibawa/penilaian yang baik dihadapan makhluk lain dan Sang Pencipta.
  8. SA: artinya Sifat ingsun handulu sifatullah artinya apa yang disifatkan kepada sang Pencipta harus dapat diwujudkan dalam sifat hamba. Sebagai contoh sifat Ar Rahman dan Ar Rahim,maka sebagai hamba kita juga harus memiliki sifat pengasih dan penyayang.
  9. WA:artinya Wujud hana tan kena kinira artinya  adanya wujud yang meliputi seluruh alam dunia yang tak dapat diuraikan/dijabarkan/diandai-andaikan,sebab wujud ini yang disebut dengan Zat Laysa Kamistlihi (Tidak ada yang serupa dengan Sang Maha Pencipta)
  10. LA:artinya Lir handaya paseban jati artinya hidup didalam kehidupan manusia hendaknya dijalankan sesuai  dengan tuntunan Illahi
  11. PA:artinya Papan kang tanpa kiblat  artinya Hakekat keberadaan Allah SWT  yang tidak diutara-selatan-barat-timur-atas-bawah.Karena DIA meliputi segala sesuatu atas ciptaan-Nya.
  12. DHA:artinya Dhuwur wekasane endek wiwitane artinya untuk memperoleh segala sesuatu haruslah dimulai dari bawah/dasar dan dilakukan bertahap dengan penuh kesabaran.
  13. JA:artinya Jumbuhing kawula lan Gusti artinya Selalu manunggal/berusaha menyatu dengan Sang Pencipta,maksudnya memahami dan mengikuti kehendak-Nya dalam setiap ucapan,niat dan perilakunya dalam kehidupan
  14. YA:artinya Yakin marang samubarang tumindak kang dumadi artinya  yakin atas kodrat Illahi sehingga berbuat sesuai kehendak-Nya
  15. NYA:artinya Nyata tanpa mata, ngerti tanpa diuruki  artinya memahami segala hakekat kehidupan,yaitu melihatnya bukan dengan mata dhohir tetapi dengan mata bathin sehingga akan mampu mengerti walaupun tanpa belajar/diajari orang lain (Laduni).
  16. MA:artinya Madep mantep manembah mring Ilahi artinya memiliki keyakinan yang kuat/kokoh dalam beribadah  kepada  Ilahi
  17. GA:artinya Guru sejati sing muruki artinya  Guru sejati yang telah mengajarkan yaitu guru sebenarnya yang ada didalam dirinya sendiri (Mursyid sejati).Guru sejati tersebut adalah Nur Ilahi yang terpancar atas kesucian hati dirinya.
  18. BA:artinya Bayu sejati kang andalani ,artinya menyelaraskan iradat/kehendak diri pada gerak alam kehidupan.Bayu adalah angin,andalani adalah yang menggerakan maksudnya angin adalah sesuatu yang menggerakan kehendak manusia yang diselaraskan dengan gerak alam semesta.
  19. THA:artinya Thukul saka niat artinya segala amal perbuatan harus muncul/diawali dari Niat.(Innamal ‘amalu binniyyat)
  20. NGA:artinya Ngracut busananing manungso artinya   melepaskan segala busana (Kesenangan duniawi) dan sifat manusia yang buruk berupa keserakahan,egoisme dan segala macam kesombongan  didalam diri manusia.

MAKNA TULISAN PADA TONGKAT NAGA BARINGSANG

Tongkat milik Saiful Guci Datuk Rajo Sampono, dengan berat 1,5 kg panjang 90 cm . Tongkat yang mempunyai dua kepala naga ini pada ujung tongkat mempunyai tulisan dari kedua belah sisi, pada sisi pertama bertulisan PA BA NYA SA  dan pada sisi sebelahnya bertulisan MA DHA JA BA

Bagian pertama dengan tulisan PA BA NYA SA

PA :artinya Papan kang tanpa kiblat  artinya Hakekat keberadaan Allah SWT  yang tidak diutara-selatan-barat-timur-atas-bawah.Karena DIA meliputi segala sesuatu atas ciptaan-Nya.

BA:artinya Bayu sejati kang andalani ,artinya menyelaraskan iradat/kehendak diri pada gerak alam kehidupan.Bayu adalah angin,andalani adalah yang menggerakan maksudnya angin adalah sesuatu yang menggerakan kehendak manusia yang diselaraskan dengan gerak alam semesta.

NYA:artinya Nyata tanpa mata, ngerti tanpa diuruki  artinya memahami segala hakekat kehidupan,yaitu melihatnya bukan dengan mata dhohir tetapi dengan mata bathin sehingga akan mampu mengerti walaupun tanpa belajar/diajari orang lain (Laduni).

SA: artinya Sifat ingsun handulu sifatullah artinya apa yang disifatkan kepada sang Pencipta harus dapat diwujudkan dalam sifat hamba. Sebagai contoh sifat Ar Rahman dan Ar Rahim,maka sebagai hamba kita juga harus memiliki sifat pengasih dan penyayang.

Filosofinya dapat dibaca : Hakekat keberadaan Allah SWT  yang tidak diutara-selatan-barat-timur-atas-bawah.Karena DIA meliputi segala sesuatu atas ciptaan-Nya. Untuk  menyelaraskan iradat/kehendak diri pada gerak alam kehidupan . Yang menggerakan kehendak manusia yang diselaraskan dengan gerak alam semesta. Memahami segala hakekat kehidupan,yaitu melihatnya bukan dengan mata dhohir tetapi dengan mata bathin sehingga akan mampu mengerti walaupun tanpa belajar. Dan  apa yang disifatkan kepada sang Pencipta harus dapat diwujudkan dalam sifat hamba. Sebagai contoh sifat Ar Rahman dan Ar Rahim,maka sebagai hamba kita juga harus memiliki sifat pengasih dan penyayang.

Sebelah kedua dengan tulisan MA DHA JA BA

MA:artinya Madep mantep manembah mring Ilahi artinya memiliki keyakinan yang kuat/kokoh dalam beribadah kepada  Ilahi

DHA:artinya Dhuwur wekasane endek wiwitane artinya untuk memperoleh segala sesuatu haruslah dimulai dari bawah/dasar dan dilakukan bertahap dengan penuh kesabaran.

JA:artinya Jumbuhing kawula lan Gusti artinya Selalu manunggal/berusaha menyatu dengan Sang Pencipta,maksudnya memahami dan mengikuti kehendak-Nya dalam setiap ucapan,niat dan perilakunya dalam kehidupan

BA:artinya Bayu sejati kang andalani ,artinya menyelaraskan iradat/kehendak diri pada gerak alam kehidupan.Bayu adalah angin,andalani adalah yang menggerakan maksudnya angin adalah sesuatu yang menggerakan kehendak manusia yang diselaraskan dengan gerak alam semesta.

Filosofi dapat di baca : Memiliki keyakinan yang kuat/kokoh dalam beribadah  kepada  Ilahi . Untuk memperoleh segala sesuatu haruslah dimulai dari bawah/dasar dan dilakukan bertahap dengan penuh kesabaran. Selalu manunggal/ berusaha menyatu dengan Sang Pencipta, maksudnya memahami dan mengikuti kehendak-Nya dalam setiap ucapan,niat dan perilakunya dalam kehidupan. Menyelaraskan iradat/kehendak diri pada gerak alam kehidupan. Yang menggerakan kehendak manusia yang diselaraskan dengan gerak alam semesta.

Tulisan pada  tongkat pak Anthon Lubuak Datok Rangkayo Basa Batuah

Tongkat milik pak Anthon Lubuak Datok Rangkayo Basa Batuah. Tongkat yang mempunyai dua kepala naga ini pada ujungnya mempunyai tulisan dari kedua belah sisi, pada sisi pertama bertulisan PA DHA WA YA dan sebelahnya  PA NGA BA SA

Tulisan PA DHA WA YA

Disisi pertama : PA DHA WA YA

PA:artinya Papan kang tanpa kiblat  artinya Hakekat keberadaan Allah SWT  yang tidak diutara-selatan-barat-timur-atas-bawah.Karena DIA meliputi segala sesuatu atas ciptaan-Nya.

DHA:artinya Dhuwur wekasane endek wiwitane artinya untuk memperoleh segala sesuatu haruslah dimulai dari bawah/dasar dan dilakukan bertahap dengan penuh kesabaran.

WA:artinya Wujud hana tan kena kinira artinya  adanya wujud yang meliputi seluruh alam dunia yang tak dapat diuraikan/dijabarkan/diandai-andaikan,sebab wujud ini yang disebut dengan Zat Laysa Kamistlihi (Tidak ada yang serupa dengan Sang Maha Pencipta)

YA:artinya Yakin marang samubarang tumindak kang dumadi artinya  yakin atas kodrat Illahi sehingga berbuat sesuai kehendak-Nya

Filosofi dari tongkat ini dapat dibaca : Hakekat keberadaan Allah SWT  yang tidak diutara-selatan-barat-timur-atas-bawah.Karena DIA meliputi segala sesuatu atas ciptaan-Nya.  Untuk memperoleh segala sesuatu haruslah dimulai dari bawah/dasar dan dilakukan bertahap dengan penuh kesabaran. Adanya wujud yang meliputi seluruh alam dunia yang tak dapat diuraikan/dijabarkan/diandai-andaikan,sebab wujud ini yang disebut dengan Zat Laysa Kamistlihi (Tidak ada yang serupa dengan Sang Maha Pencipta) Serta yakin atas kodrat Illahi sehingga berbuat sesuai kehendak-Nya.

Disisi kedua bertulisan PA NGA BA SA

PA:artinya Papan kang tanpa kiblat  artinya Hakekat keberadaan Allah SWT  yang tidak diutara-selatan-barat-timur-atas-bawah.Karena DIA meliputi segala sesuatu atas ciptaan-Nya.

NGA:artinya Ngracut busananing manungso artinya  melepaskan segala busana (Kesenangan duniawi) dan sifat manusia yang buruk berupa keserakahan,egoisme dan segala macam kesombongan  didalam diri manusia.

BA:artinya Bayu sejati kang andalani ,artinya menyelaraskan iradat/kehendak diri pada gerak alam kehidupan.Bayu adalah angin,andalani adalah yang menggerakan maksudnya angin adalah sesuatu yang menggerakan kehendak manusia yang diselaraskan dengan gerak alam semesta.

SA: artinya Sifat ingsun handulu sifatullah artinya apa yang disifatkan kepada sang Pencipta harus dapat diwujudkan dalam sifat hamba. Sebagai contoh sifat Ar Rahman dan Ar Rahim,maka sebagai hamba kita juga harus memiliki sifat pengasih dan penyayang.

Filosofi dari tulisan ini dapat dibaca : Hakekat keberadaan Allah SWT  yang tidak diutara-selatan-barat-timur-atas-bawah.Karena DIA meliputi segala sesuatu atas ciptaan-Nya. Melepaskan segala busana (Kesenangan duniawi) dan sifat manusia yang buruk berupa keserakahan,egoisme dan segala macam kesombongan  didalam diri manusia. Menyelaraskan iradat/kehendak diri pada gerak alam kehidupan.Yang menggerakan maksudnya angin adalah sesuatu yang menggerakan kehendak manusia yang diselaraskan dengan gerak alam semesta. Apa yang disifatkan kepada sang Pencipta harus dapat diwujudkan dalam sifat hamba. Sebagai contoh sifat Ar Rahman dan Ar Rahim,maka sebagai hamba kita juga harus memiliki sifat pengasih dan penyayang.

Kesimpulan dari kedua tongkat dengan pemilik yang berbeda , berbeda pula aksara HANACARAKA  berbeda pula arti  dan filosofinya. Mungkin tongkat yang lain berbeda pula tulisan dengan arti yang berbeda.

Pulutan, Saiful Guci  24 Oktober 2018