Ciloteh Tanpa Suara- Melalui tulisan kita kenal sejarah. Selesai sholat Ashar di Masjid  Ansharullah  Muhammadiyah Payakumbuh, saya duduk bersama H.Sahar pensiunan guru pada bekas Perguruan Tinggi Pertanian di Payakumbuh.

“ kalau saya duduk disini, ingat saya dengan cerita ayah saya. Dimana ayahanda saya pernah bercerita saat Perguruan Tinggi Pertanian  ini diresmikan pada tanggal 30 November 1954 oleh Wakil Presiden Republik Indonesia yang pertama, Bapak Drs. Mohammad Hatta, dimana Mohamaad Sjafei di daulat memberikan sambutan, dan dalam sambutannya tersebut dia hanya bercerita tentang mimpinya “ ujar H.Sahar kepada saya.

“ sangat menarik sekali ceritanya pak H.Sahar, apakah bapak masih ingat cerita tentang mimpi Mohammad Sjafei  tersebut“ tanya saya

“Ayah saya, bercerita begini pada saat Mohammad Sjafei memberikan sambutan :” tadi malam saya bermimpi, bermimpi dengan tiga orang pemuda yang sedang berjalan menuju sorga. Pemuda pertama saya lihat mempunyai ciri ciri tubuh tinggi dan hidung mancung warna kulit kemerahan, dengan langkah pasti dan tegap dia berjalan menuju sorga dan didepan pintu sorga malaikat Ridwan bertanya :

“ hai anak muda, mau kemana engkau “ tanya malaikat Ridwan

“ saya mau masuk sorga, hai malaikat Ridwan” jawab pemuda itu

“apa usaha engkau di dunia yang berjasa untuk orang banyak sehingga engkau memenuhi syarat masuk sorga” tanya malaikat Ridwan lagi.

“ Hai, malaikat Ridwan penjaga pintu sorga, saya didunia menciptakan kapal dan pesawat terbang sehingga umat manusia lebih banyak dan cepat pergi ke rumahMu di Makkah untuk naik haji dan umroh “ jawab pemuda itu. “ masuk “ jawab Malaikat Ridwan.

Pemuda kedua, saya lihat dia mempunyai ciri-ciri tubuh pendek bermata sipit dan kulit putih, dengan langkah bergegas dia juga menuju sorga dan di depan pintu sorga malaikat Ridwan bertanya :

“ hai anak muda, mau kemana engkau jalan tergesa-gesa” tanya malaikat Ridwan

“saya mau masuk sorga, hai malaikat Ridwan” jawab pemuda itu

“apa usaha engkau di dunia yang berjasa untuk orang banyak sehingga engkau memenuhi syarat masuk sorga” tanya malaikat Ridwan lagi.

“ Hai, malaikat Ridwan penjaga pintu sorga, saya didunia menciptakan tenunan kain atau texstil yang sangat berguna untuk menutup aurat umat manusia di dunia “ jawab pemuda itu.“ masuk “ jawab Malaikat Ridwan

Tiba giliran pemuda yang ke tiga, saya lihat dia mempunyai ciri-ciri tinggi, warna kulit, bentuk rambut dan mata sama dengan kita-kita ini, berkulit sao matang, dengan langkah santai menuju sorga dan didepan pintu sorga malaikat Ridwan bertanya :

“ hai anak muda, mau kemana engkau berjalan dengan santai” tanya malaikat Ridwan

“saya mau masuk sorga, hai malaikat Ridwan” jawab pemuda itu

“apa usaha engkau di dunia yang berjasa untuk orang banyak sehingga engkau memenuhi syarat masuk sorga” tanya malaikat Ridwan lagi.

“ anak muda itu terkejut mendengar pertanyaan malaikat Ridwan, lalu dia menunduk tanpa menjawab hanya berdecak tiga kali , chek.. chek..cheh “ . lalu malaikat Ridwan menghardiknya ”pergi dari sini ! “  teriak malaikat Ridwan.

Nah dari mimpi saya semalam tersebut, saya membayangkan hari ini , karena ini adalah Perguruan Teknologi Pertanian Pertama di pulau Sumatera dapat menciptakan  pemuda seperti pemuda pertama dan kedua yang mampu menciptakan teknologi yang memberikan manfaat yang banyak bagi umat manusia. Bukan seperti pemuda ketiga setelah tamat dia tidak memperoleh ilmu apa-apa hanya sekedar decak kagum ijazah belaka.

Peserta yang hadir, setelah terkesima mendengar cerita dari bapak Mohammad Sjafei, semuanya bertepuk tangan meriah. Namun setelah 64 tahun Mohammad Sjafei bercerita disini, yang masuk ke daerah dan negara kita adalah : beras Thailand, jambu Bangkok, durian Bangkok, ayam Bangkok , Apel Amerika belum ada yang bernama Payakumbuh,Sumatera Barat  dan Indonesia atau terkenal dengan mengembangkan bibit kayu langka Andalas seperti nama Universitasnya  dan sekarang juga telah ada Politeknik Pertanian (Politani) Universitas Andalas di Tanjung Pati “ papar H. Sahar kepada saya

“ sebenarnya siapa Mohammad Sjafei ini pak Sahar ? “ tanya saya lebih ingin tahu.

“ Mohammad Sjafei adalah tokoh pendiri INS (Indonesisch-Nederlandsche School) Kayutanam tahun 1926 yang penuh Talenta itu , dia tokoh pendidikan, pelaku sejarah dari Sumatera Barat. Kemudian pak H. Sahar bercerita tentang Mohammad Sjafei  dimasa kecil, pendidikan, pendirian INS. Pejuangan dimasa Jepang dan kemerdekaan.

Masa kecil Mohammad Sjafei.

Mohammad Sjafei Lahir di Pontianak Kalimantan Barat tahun 1893 dan meninggal pada tanggal 5 Maret 1969 dalam usia 74 tahun di Jakarta dan dikebumikan ditengah-tengah kampus INS Kayutanam Kabupaten Padang Pariaman Propinsi Sumatera Barat. Ibunya Sjafiah, seorang pembuat sekaligus penjaja kue keliling dan ayahnya sudah meninggal sejak dia masih bayi. Sebagai rakyat jelata yang miskin, M. Sjafei tidak mengenal dunia pendidikan sampai kemudian dia ditemukan oleh Marah Sutan yang bernama lengkap Inyiak Ibrahim Marah Sutan. Inyiak Marah Sutan, seorang guru sejarah pada sekolah rendah di Padang. Setelah 5 tahun di Padang, Marah Sutan dipindahkan ke Sukadana-Lampung, 7 tahun kemudian di pindahkan ke Idi-Aceh, 7 tahun kemudian dipindahkan lagi ke Pontianak. Disinilah Marah Sutan menemukan Sjafei kecil yang dikenalnya sebagai kanak-kanak, penjual kue keliling kampung yang selalu mengintip dari celah dinding tadir kelas saat Marah Sutan sedang menerangkan pelajaran. Kebiasaan Marah Sutan waktu mengajar suka bertanya kepada muridnya setiap masalah yang rumit untuk dapat dipahami dengan benar. Yang terjadi adalah setiap pertanyaan yang diajukan Marah Sutan, jawabanya selalu datang dari arah luar kelas. Marah Sutan heran, : “ suara siapa itu ?” kata Marah Sutan dalam hati. Perlahan tapi pasti Marah Sutan melangkah keluar kelas dan terlihat seorang anak kecil dekil dan kumal bertelanjang dada. Anak kecil itu memiliki bola mata bundar yang memancarkan sinar kecerdasan yang menatapnya dengan penuh pengharapan.

Kemudian Sjafei diadopsi oleh Marah Sutan dan dibesarkan bersama istrinya tercinta Chalidjah (terkenal dengan nama Anduang Chalidjah), Chalidjah, ibu angkat yang buta huruf tapi memiliki pikiran yang rasional, cerdas, berintuisi tajam dan cermat. Chalidjah sangat menyayangi Sjafei dan Sjafei banyak mendapati pendidikan darinya. Anduang Chalidjah meninggal pada tanggal 29 Desember 1951 dalam usia 82 tahun dan dimakamkan disamping makam Engku Sjafei di kampus INS Kayutanam

Pendidikan Mohammad Sjafei

Pendidikan yang ditempuh Mohammad Sjafei adalah sekolah raja di Bukit tinggi,dan kemudian belajar melukis di Batavia (kini Jakarta), sambil mengajar disekolah Kartini. Pada tahun 1922 Mohammad Sjafei menuntut ilmu di Negeri Belanda dengan biaya sendiri. Disini ia bergabung dengan “Perhimpunan Indonesia”, sebagai ketua seksi pendidikan.
Di negeri Belanda ini ia akrab dengan Mohammad Hatta, yang memiliki banyak kesamaan dan karakteristik dan gagagasan dengannya, terutama tentang pendidikan bagi pengembangan nasionalisme di Indonesia. Dia berpendapat bahwa agar gerakan nasionalis dapat berhasil dalam menentang penjajahan Belanda, maka pendidikan rakyat haruslah diperluas dan diperdalam. Semasa di negeri Belanda ia pernah ditawari untuk mengajar dan menduduki jabatan disekolah pemerintah. Tapi Mohammad Sjafei menolak dan kembali ke Sumatara Barat pada tahun1925. Ia bertekad mendirikan sebuah sekolah yang dapat mengembangkan bakat murid-muridnya dan disesuaikan dengan kebutuhan rakyat Indonesia, baik yang hidup dikota maupun dipedalaman.

Mohammad Sjafei Pendirian INS Kayu Tanam

Mohamad Syafei mendirikan sebuah sekolah yang diberi nama Indonesische Nederland School (INS) pada tanggal 31 oktober 1926. Di Kayu Tanam, sekitar 60 km disebelah Utara kota Padang. Sekolah ini berada dipinggir jalan raya Padang Bukittinggi. Pendidikan menurut Mohaamd Sjafei memiliki fungsi membantu manusia keluar sebagai pemenang dalam perkembangan kehidupan dan persaingan dalam penyempurnaann hidup lahir dan batin antar bangsa.

Mohammad Sjafei di Zaman Jepang

Pada permulaan pendudukan Jepang tokoh-tokoh masyarakat mendirikan Komite Rakyat yang diketuai oleh Umar Marah Alamsyah dengan anggota diantaranya : Mohammad Sjafei, Suska, Mr.Abu Bakar Jaar, Abdullah St.Sinaro,Dr.Hakim, Dr.Athos , Yakub Rasyid, Anas St. Mansyur Bumi, Syarif Usman dan Ismail Lengah serta Ir.Soekarno yang berkedudukan di Padang dengan bantuan Persatuan Saudagar Indonesia.

Pada bulan Agustus 1943 dibentuklah Badan Perwakilan Sumatera Barat yang disebut dengan Shu Sangi Kai dengan ketua Mohammad Sjafei, sekretaris R.Dt.P.Baringek dan berkedudukan di Padang.

Karena kebutuhan perang semakin mendesak, serta kedudukan Jepang semakin terjepit, maka pada akhir 1944 dibentuklah Badan Kebaktian Rakyat Sumatera ( Seikei Ganshu Hokakai) yang diketuai oleh Mohammad Sjafei dengan Sekretaris Mr.St.Mohamad Rasyid dengan kantor pusat terletak di Muaro Padang.

Jepang menjanjikan kemerdekaan yang semulanya untuk wilkayah Jawa dan Madura dan diperluas untuk Sumatera, maka pada bulan Juli 1945 dibentuk pulalah untuk Sumatera Badan Perwakilan yang disebut dengan Chuo Sangi In. Badan itu berkedudukan di Bukittinggi dengan ketua Mohammad Sjafei dan sekretarisnya Adinogoro.

Mohammad Sjafei di Zaman Kemerdekaan

Pada tanggal 17 Agustus 1945 malam seorang pegawai PTT bernama Ahmad Basya yang diperkerjakan dikantor berita Domei dapat menangkap berita Proklamasi yang disiarkan oleh kantor berita Domei Jakarta. Selanjutnya Proklamasi tersebut diketik rangkap 10 oleh Asri Aidit gelar St.Rajo nan Sati dan di tempelkan ditempat ramai sehingga pada tanggal 18 Agustus 1945 tersebarlah dari mulut ke mulut Proklamasi kemerdekan Indonesia. Pada sore hari tanggal 19 Agustus 1945 Mohammad Sjafei mengadakan rapat di rumah dr.Rasyidin di Padang Panjang . Setelah dirundingkan maka diambil keputusan untuk memperbanyak berita Proklamasi dengan cara mengetiknya.

Lengkapnya teks pernyataan atau Permakloeman berbunyi

PERMAKLOEMAN

   KEMERDEKAAN INDONESIA

Mengikuti dan mengoeatkan pernyataan Kemerdekaatn Indonesia oleh Bangsa Indonesia

Seperti PROKLAMASI pemimpin2 besar kita SOEKARNO-HATTA, atas nama Bangsa indonesia

Seperti berikoet :

P  R  O  K  L  A  M  A  S  I

Kami Bangsa Indonesia dengan ini menyatakan KEMERDEKAAN INDONESIA. Hal hal yang mengenai pemindahan kekoeasaan dan lain lain diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempo yang se singkat2nya

Djakarta

Hari 17 boelan 8 tahoen 1945

Atas nama Bangsa Indonesia

SOEKARNO-HATTA

Maka kami Bangsa Indonesia di Soematera dengan ini mengakoei Kemerdekaan Indonesia Seperti di maksoed dalam Proklamasi di atas dan mendjoenjoeng keagoengan kedoea pemimpin Indonesia itou.

Boekittinggi

Hari 29 bl 8 th 1945

Atas nama Bangsa Indonesia

Di Soematera

MOEHAMMAD SJAFEI

Setelah maklumat proklamasi di sebarkan maka dibentuklah Komite Nasional Daerah (KNID) Sumatera Barat. KNID dihubungkan dengan keputusan rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang rapat pada tanggal 19-22 Agustus 1945.

Pada tanggal 31 Agustus 1945 diadakan rapat KNID pertama kali di Alang Lawas, di rumah Abdul Muluk. Dalam rapat diputuskan ketua KNID adalah Mohammad Sjafei.

Terhitung sejak tanggal 1 Oktober 1945 sampai dengan 15 Nopember 1945. Mohammad Sjafei memimpin Residen Sumatera Barat Pertama dalam Propinsi Sumatera.

Mohammad Syafei pernah menjadi Menteri Pengajaran dalam Kabinet Syahril II, 12 Maret 1946 -2 Oktober 1946 .

Saiful Guci, Pulutan – 25 Oktober 2018