MENGKHIANATI SUAMI KULIT TERASA MELEPUH

0
73

Ciloteh Tanpa Suara-Seorang wanita sebut saja namanya Febriani  (45) mengaku berasal dari daerah Kampar datang kerumah untuk refleksi. Dia menyatakan telah tiga bulan ini mencari obat atas keluhan yang ada di badannya, yaitu : Kepala Sakit, lelah, perut kembung, tumit sakit apabila dilangkahkan dan kulitnya terasa panas dan sakit seakan – akan melepuh seolah olah bisa lepas seperti dikuliti. Telah berbagai dokter dan dukun terkenal dia datangai namun penyakitnya tidak kunjung sembuh, sementara analisa dokter adalah penyakit Herpes simplex virus (HSV) 

“telah tiga bulan saya rasakan : sakit dikepala, lelah , perut kembung , tumit sakit apabila dilangkahkan dan kulitnya terasa panas dan sakit seakan-akan melepuh seolah olah bisa lepas seperti dikuliti dan telah berbagai obat dari dokter dan dukun saya minum, namun penyakit yang saya derita tidak kunjung juga sehat “ ujar Febriani saat datang kerumah menyampaikan keluhan penyakitnya untuk di Refleksi.

“ dari mana buk Febriani mengetahui saya bisa refleksi, “ tanya saya lagi.

“ saya mendapat informasi dari facebook bapak tentang Terapi Sedekah melalui Refleksi “ ujar Febriani.

“ Kenapa datang sendirian dan apakah suami buk Febriani, masih hidup?” tanya saya

“ Suami masih hidup dan menderita asam urat tadi saya tinggal dirumah“ ujar Febriani.

Melihat gayanya yang memakai lipstik tebal dan tidak pakai jilbab dan bahasa tubuhnya dalam berbicara sering membasahi bibir serta datang tidak diantar oleh suaminya. Hal ini sudah mudah saya menerkanya.

“ Sebenarnya obatnya sangat murah dan mudah ditemukan yaitu menagislah dan mohon maaf kepada suami buk Febriani  dan berdoalah kepada Allah mohon ampunan dan kesembuhan dari-Nya“ ujar saya

“ apa hubungan penyakit saya dengan meminta maaf kepada suami saya, Pak Saiful Guci? “ Tanya Febriani.

“ Apabila obat dari dokter dan dukun tidak lagi mempan maka minta maaf dan berdoa menyerah diri kepada Allah lah obatnya , kadang kadang penyakit ini merupakan peringatan dari Allah disamping disebabkan faktor makanan dan lingkungan. “Ujar saya. Dan Febrani melihat nanar kepada saya penuh misteri.

Sambil refleksi dia berkata “ apakah Pak Saiful mempunyai ilmu terawang ?, karena berkata dan bertanya seperti itu kepada saya seolah olah mengetahui kepribadian saya?” Tanya Febriani.

“Tidak, tidak saya tak mempunyai ilmu terawang yang ibuk Febriani tanyakan “ jawab saya.

“Percayakah pak Saiful bahwa saya jugu dukun yang bisa menerawang orang ?. Banyak juga orang yang datang kepada saya menanyakan nasibnya dan bahkan meminta jimat agar mendapat jabatan“ kata Febriani.

“ Percaya saja, apakah kamu telah masuk organisasi PDI (Perkumpulan Dukun Indonesia) ?” Tanya saya. Dia jawab dengan ketawa ringan saja.

“Saya akan bercerita sedikit pengalaman saya, pada awal penyakit saya mendera tubuh ini,  saya mengira penyakit kiriman orang. Dan Saya mencoba mendatangi dukun yang terkenal di daerah Kampar yang jauh di pedalaman. Karena mempunyai ilmu terawang, saya lihat praktek dukun tersebut penuh tipuan, saya sampaikan kepadanya secara spontan. Sang dukun marah, mengusir saya dan mengejar saya sehingga saya terjatuh dan kaki saya lecet.

Begitu juga saya pergi berobat ke dokter di Pekan Baru, saya lihat pula dokter tersebut punya Istri dua dan anak pertama adalah anak haram. Secara spontan saya katakan kepada dokter tersebut, bapak punya Istri dua ya, dan anak pertama adalah anak haram. Begitu saya sampaikan dokter tersebut juga marah-marah kepada saya.” Terang Febriani.

“ ohya, kalau begitu coba buk Febriani terawang saya, apakah seorang penipu, punya istri dua dan punya anak haram “ ujar saya.

“ Sejak saya mendengar nama bapak saja, saya sudah mulai tenang , dan akhirnya kita bertemu, saya lihat di belakang Pak Saiful ada cahaya terang. Tidak penipu, punya istri yang baik dan punya anak yang soleha. Tidak pernah meminta jabatan dan bahkan jabatan yang mengejar bapak. Keunggulan orang yang punya cahaya seperti cermin ini biasanya ada saja orang yang berniat jahat, memfitnah namun akan berbalik arah kepada orang yang berniat jahat dan menfitnah tersebut. Apalagi dengan kegiatan “Terapi Sedekah” ini yang dipergunakan untuk membangun Masjid semakin banyak orang iri kepada bapak dan bapak semakin kuat dan tenang” ujar Febriani.

“ Alhamdulilah, saya belum mengetahui hal ini. Semoga Allah SWT selalu melindungi keluarga saya dari segala marabahaya dan fitnah akhir zaman” ujar saya.

Setelah selesai refleksi Febriani bertanya “ Pak Saiful, sebagai manusia saya akan bertanya, bagaimana caranya mengatasi godaan ?, baik godaan dari setan maupun godaan dari manusia.” Tanya Febriani.

“Kalau mengatasi godaan dari setan , yaa kita harus mengerjakan apa yang di suruh oleh Allah SWT dan menghentikan segala larangan Nya.  Sementara untuk mengatasi godaan dari manusia, saya belum pernah mengalaminya, karena saya Penggoda hahahaha, mengoda anak anak PAUD semoga dapat tersenyum dan menggoda teman dan masyarakat  supaya rajin bersedekah untuk pembangunan Masjid, menggoda orang supaya datang berenang dan berfoto di Biliak Teleang yang ada di komplek rumah saya ini ….. hahahahaha “ ujar saya sambil berkelakar

“Maksudnya begini, saya menikah dijodohkan oleh orangtua pada usia 20 tahun, selisih usia kami 10 tahun. Suami saya mantan pegawai BUMN , sekarang telah pensiun dan menderita asam urat dulu pernah strok ringan dan sekarang agak gagap untuk berbicara. Dalam kesuntukkan mengurus suami apalagi anak-anak tidak ada yang dirumah karena kuliah . Untuk menghilangkan suntuk dan memperbanyak pergaulan , saya ikut beberapa kelompok sosial sepertinya fans radio, kelompok senam dan kelompok kelompok lainnya, sehingga hal ini yang menjadi godaan bagi saya apabila telah berkumpul dan akhirnya terjerumus juga kepada hal-hal yang dilarang oleh Allah, saya kira dan menyadari hal ini yang bapak Saiful maksud berhubungan dengan suami dan harus meminta maaf dan mohon ampunan Allah “ tutur Febriani.

“ Mohon maaf, bukan maksud saya menuduh Febriani tetapi kamu telah bercerita . Biasanya,  dari beberapa kasus yang telah saya analisa kepada orang yang datang ke sini sejak tahun 1995 , bahwa penyakit seseorang  yang tak sembuh-sembuh bisa diakibatkan dari menghianati keluarganya baik suami maupun istrinya. Ketahuilah, jika seorang suami di khianati dalam sebuah rumah tangga maka laknat Allah akan selalu membayangi istri yang merupakan azab dan cobaan dari Allah “ tutur saya

Kemudian saya tambahkan “ pernah mendengar kisah tangisan Rasulullah SAW Akan Nasib Kaum Wanita  di saat dia Israk Mikraj, ? tanya saya . “ pernah, tapi sudah lupa kisahnya, pak Saiful” Jawab Febriani

“Sayidina Ali ra suatu ketika melihat Rasulullah saw menangis manakala ia datang bersama Fatimah. Lalu dia bertanya mengapa Rasulullah saw menangis. Beliau menjawab; “Pada malam aku di-Isra’- kan, aku melihat perempuan-perempuan sedang disiksa dengan berbagai siksaan didalam neraka. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena menyaksikan mereka disiksa dengan sangat berat dan mengerikan.

Putri Rasulullah saw kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya.

“Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih, melihat perempuan yang digantung susunya, melihat perempuan yang tergantung kedua kakinya,  melihat perempuan yang memakan badannya sendiri dan melihat perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka ,” Jawab Nabi saw

Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan mengapa mereka disiksa seperti itu?

Rasulullah menjawab, “Wahai putriku, adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya.”

Perempuan yang digantung susunya adalah istri yang menyusui anak orang lain tanpa seizin suaminya.

Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas.

Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.

Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang lain yang bukan muhrim dan dia bersolek supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya.

Mendengar itu, Sayidina Ali dan Fatimah Az-Zahra pun turut menangis. Betapa wanita itu digambarkan sebagai tiang negara, rusak tiang, maka rusak pula negara, akhlak dan moral bangsa. “ cerita saya

Astagfirullahaladzim : “Aku mohon ampun kepadamu Ya Allah”, sudah 25 tahun kami menjalani hidup bahagia, baru sedikit cobaan suami sakit saya telah lupa dan lengah terhadap kenikmatan yang telah diberikan oleh Allah selama ini.” Ucap Febriani sambil berlinang air mata mendengar cerita saya.

“ makanya apabila ada penyakit yang tidak tentu obatnya perlu minta maaf kepada suami dan minta ampun kepada Allah. Allah maha pengampun dan maha pengasih dan pemberi obat buat hamba-Nya “ ujar saya.

“ Ohya pak, disamping Refleksi apakah ada obat yang dapat saya makan ?” Tanya Febriani

“ Setiap penyakit tentu ada obatnya, karena secara medis diduga penyakt Herpes simplex virus (HSV) dan saya lihat di kulit ada mengarah tanda-tanda seperti itu. Cobalah meminum BP Propolis sebanyak 5 tetes pagi dan sore dan oleskan kepada kulit yang sakit seperti terbakar , bisa untuk konsumsi sendiri dan bisa juga jadi reseller karena buk Febriani orang yang banyak pergaulan Di dalam propolis terdapat kandungan Polifenol yang tinggi yang berfungsi sebagai anti-bakteri, antivirus, anti jamur, anti oksidan, anti peradangan, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Propolis juga mengandung antiseptik alami yang sudah digunakan sejak jaman mesir kuno. Propolis juga banyak dimanfaatkan untuk membantu mempercepat penyembuhan luka. Dan terpenting adalah meminta maaf dan ampunan dari Allah SWT” tutur saya.

Saiful Guci- Pulutan 25 Februari 2021