MEMBESARKAN ANAK DENGAN CINTA DAN SEMANGAT

0
21

Ciloteh Tanpa Suara- Saya memperhatikan dari tadi dua anak yang sedang bermain , serasa melihat cucu yang ditinggal di rumah, kemudian saya sapa “ siapa namanya ?” dijawab oleh ibunya “ Fadil dan Fakhra, Tuk” jawab ibunya.

“Anak saya ini agak nakal, apabila disapa dia melawan dan membangkang, sejak ditinggal Ayahnya  yang meninggal karena kecelakaan tahun 2016 lalu. Saya berbikir, ini mungkin anak-anak yang sekarang berumur 5 tahun dan 3 tahun tidak mendapat perhatian seorang ayah sehingga anak anak saya tumbuh dengan  tidak keseimbangan psikologi dan dia agak nakal dimana setiap kesalahannya disapa dia selalu melawan ,Pakl “ Ujar perempuan seusia anak saya ketika bertemu di Bandara Internatinasional Minangkabau gate 4 di Padang yang kemudian mengaku bernama Nurhayati yang akan pergi ke Jakarta.

Sambil senyum saya jawab “ nama anakmu bagus Fadil yang berarti’ yang utama” dan anak perempuan bernama Fakhra yang berarti “baik” sebuah doa dari orang tua dalam memberikan nama anaknya apabila digabung akan berarti yang utama adalah baik “ apabila kita melihat keduanya tanamkanlah dalam hati yang utama dan baik, supaya kelak anak-anakmu menjadi orang terkenal di dunia ini. ‘Ujar saya

“ Aamiin,” jawab Nurhayati

Banyak  wanita yang membesarkan anaknya sendirian “Single Parent”. Semua wanita idealnya tak ada yang mau menjadi single parent. Karena hal itu bukanlah pilihan melainkan satu kondisi yang tidak mudah dihadapi.  Namun, pada akhirnya status itu bisa menimpa siapa saja. Entah itu ibu rumah tangga biasa atau wanita karier yang sedang berada di posisi puncak. Status itu bisa terjadi akibat perceraian, pasangan meninggal dunia, atau suami menghilang tidak jelas keberadaannya. Sayap pun terkepak tinggal sebelah, sedangkan kehidupan terus berjalan. Bila seorang ibu tidak kuat dan kokoh maka anak-anaknya akan menderita dan terpuruk. Siap atau tidak siap, menjadi single mother harus dijalani untuk bisa melanjutkan kehidupan ini. Apalagi di masa usia 3-5 tahun anak paling aktif dan membuat frustasi orang tua , tidak sedikit orangtua yang justru melakukan kesalahan. Kesalahan-kesalahan  justru membuat orangtua makin pusing dan anak tidak terkontrol ” Tutur Saya.

“Iya pak , saya kadang-kadang berfikir gamang juga terhadap masa depan anak-anak saya, untuk ekonomi dan biaya hidup untung saya telah jadi PNS dan juga mendapat pensiunan janda, sekarang  saya cuti dan kami pergi berlibur kerumah keluarga suami  di Jakarta” balas Nur Hayati.

“Membesarkan anak itu adalah dengan hati dengan cinta kasih sayang bukan dengan mulut. Perlu kamu ketahui banyak tokoh yang berhasil di dunia ini besar tidak dengan Ayahnya, karena sejak kecil telah yatim seperti Nabi Muhammad SAW, dan begitu juga saya sejak umur satu tahun juga telah ditinggalkan oleh seorang Ayah, memang setiap anak mempunyai kerinduan atas figure sang Ayah seperti yang saya alami sehingga sekarang orang disekeliling saya harus memanggil Ayah kepada saya , percayalah anakmu akan tumbuh besar menjadi orang yang berhasil nantinya apabila Nur Hayati berfokus ke depan (arah keberhasilan) tidak berfokus kebelakang (arah kegagalan) dalam membesarkan anak “ ujar saya

“ apa maksud dari fokus arah keberhasilan dan arah keggalan , Pak Saiful“

“ Dalam hidup ini, setiap hari kita dihadapi dua pilihan dalam lingkaran energi yang ada disekelingi kita akibat dari pikiran. Pertama arah belakang , ketika sesorang terpaku disisi belakang dalam pikirannya selalu timbul pada masalah, hal-hal yang tidak disukai, mengingat kenapa hal ini bisa terjadi (penyebab kegagalan), Apa yang salah dengan diri saya dan pikiran kita terus mencari siapa lagi yang disalahkan supaya kita dapat membenarkan mengapa kita korban yang malang dan tidak berdaya sehingga kita terpuruk dalam sisi belakang yang kita anggap kelam. Ingat Nurhayati kita hanya berada hanya satu sisi.

Ubahlah posisi dengan fokus selalu berada di depan, fokuskanlah kearah keberhasilan kita dalam membesarkan anak-anak, solusi, hasil yang ingin kita ciptakan, dan apa yang dapat kita lakukan untuk mencapai tujuan.

Ini adalah merupakan kenyataan hidup. Jika Nurhayati selalu berfokus pada masalah Anda, maka masalah itu akan bertambah besar setiap hari. Jika Anda berfokus teradap solusi maka masalah itu akan semakin kecil setiap hari dan semakin menghilang “ terang saya.

“ yaa inilah ya saya rasakan setiap hari, sehingga saya selalu kuatir terhadap masa depan anak-anak saya pak  , ohya bagaimana membesarkan anak dengan hati itu pak“ ujar Nur hayati

“ apakah Nur Hayati sering melarang dan marah-marah atau sering mengeluarkan kata “ jangan” atau “tidak” ? . tanya saya

“ yaa benar sekali pak, saya sering mengeluarkan kata “jangan’ dan” tidak”, supaya anak saya dapat bertindak sesuai dengan yang saya inginkan” jawab Nur Hayati

“ kebanyakan kita dalam membesarkan anak terlalu banyak mengeluarkan kata “ jangan” atau “tidak”, bagaimana  seorang anak dapat berkembang secara utuh jika perasaannya selalu diabaikan. Bagaimana seorang anak dapat mengembangkan dirinya jika dia hanya boleh menuruti apa yang “dapat diterima” oleh orang atau situasi yang selalu dihindari keluarganya. “ ujar saya

“ terus bagaimana caranya’

“caranya adalah “ jangan larang anak-anak tetapi ajari mereka, fokuslahlah kedepan pada hal-hal yang berjalan dengan baik, pada keberhasilan, kebahagian. Ubahlah kalimat  dengan mengajarkan, dengan cara banyak bertanya dan mendengarkan sehingga anak bisa mengembangkan dirinya. Usahakan pertanyaan yang dapat dijawab dengan terbuka tidak dapat dijawab dengan “ya” atau “tidak” saja. Buatlah pertanyaan yang menghargai pemikiran dan gagasan pribadi seseorang. Biasanya pertanyaan yang dimulai dengan “apa” atau “bagaimana”, contohnya kepada anak.

  • Bagaimana Fadil bisa memasang sepatumu, nak
  • Apa yang telah kamu lakukan hari ini yang membuat kamu bangga, coba ceritakan sama ibu
  • Bagaimana caranya Fakhra bisa memasang bajumu
  • Apa yang dapat membuat kamu senang, coba ceritakan sama ibu
  • Apakah kamu bisa menyapu kamar atau ruangan makan setelah kita makan

Beberapa orangtua akan langsung membantu balita mereka saat si kecil tidak bisa melakukan sesuatu. Sebelum melakukannya, Anda harus paham bahwa dengan menolong anak misalnya memakai sandal atau memasang puzzle saat bermain, bisa membuat anak berpikir dia tidak bisa melakukannya sendiri atau dengan kata lain anak tidak kompeten.

“Orangtua yang terlalu sering membantu anak melakukan sesuatu, mereka menyabotase kemampuan anak untuk percaya pada dirinya. Orangtua harus mengajarkan anak untuk berusaha sendiri. Saat melakukannya, Anda tentu saja boleh memberinya semangat. “Jadilah cheerleader untuknya. Anda bisa mengatakan, ayo nak kamu bisa,” tambah Ujar saya

“ Ooo begitu pak Saiful Guci”

“ benar sekali Nurhayati. Kahlil Gibran berkata “ seseorang guru, jika memang bijaksana, tak akan mengajakmu memasuki rumah kebijaksanaan mereka, tetapi membimbingmu ke pintu pikiranmu sendiri”. Dan juga ingat pepatah lama “ beritahukan kepada saya, maka saya akan lupa; Tunjukan kepada saya, maka saya mungkin ingat; Libatkan saya, maka saya akan mengerti”.

Kunci membesarkan anak adalah TAKAR (Temukan, Akui, Kemukan, Ajarkan, Rayakan ).

Selalulah memberikan pesan-pesan yang memberdayakan. Temukan perbuatan anak Anda yang baik, akui dan kemukan dengan pujian dan kemudian ajarkan lagi serta rayakan seolah-olah Anda adalah seorang ibu yang selalu memberikan semangat buat anaknya, dan jangan lagi melakukan fokus kebelakang atau selalu menyalahkannya “ ujar saya member semangat.

“akan saya coba pak”

“ tinggalkan metoda lama dalam membesarkan anak dengan metoda sering mengunakan kata “tidak” dan”jangan” memberitahukan kesalahan dan tidak mengajukan pertanyaan, mendengarkan hanya supaya kita dapat segera mengatakan gagasan kita yang lebih baik, menghancurkan kekuatan dan potensi proses antar generasi yang sangat dibutuhkan ini. Mari biarkan anak-anak  berkembang bersama kita dalam milenium baru !. Berikan dia cinta kasih saying dan perhatian.

Sebagai orangtua begitu yakin bahwa tugas kita sebagai orangtua adalah memberi tahu anak-anak kita tentang segala hal, menunjukan kesalahan mereka, dan perilaku apa yang harus mereka perbaiki. Kita sebagai orangtuya harus sadar tentang hal ini karena cara ini akan menghancurkan perkembangan berpikir anak. “ jawab saya

“ terimakasih pak, atas nasehatnya”

“ Cermin yang paling sempurna di dunia ini bukanlah yang berbingkai perak, melainkan anak-anak kita sendiri. Ketika Anda melihat mereka berarti Anda melihat diri Anda sendiri”

Anak adalah peniru yang ulung.  Manusia akan mengucapkan apa yang dia dengar, dan melakukan apa yang dia lihat.  Anak akan melakukan bukan apa yang kita ajarkan, tetapi apa yang kita lakukan. Tidak jarang para orang tua kecewa dan putus asa melihat anak-anak mereka bertambah nakal.

Tanpa disadari, acapkali anak-anak meniru gaya hidup orang tua.  Karena itu cara mendidik dan menangani anak yang paling praktis adalah dengan memberinya TELADAN.  Lingkungan positif anak adalah lingkungan yang memberikan TELADAN POSITIF.
Saiful Guci-6 November 2018