Ciloteh Tanpa Suara- Sejak pagi di hari sabtu ini, ada ratusan anak bersama orang tuanya mengunjungi tempat Pemandian Kasiah Bundo yang kami kelola . Setelah saya ajak berfoto dan berselfi di sekeliling halaman Paud Kasiah Bundo dan secara iseng-iseng saya mencoba menanyakan kepada orangtua apakah mereka masih ingat melagukan lagu “Balonku Ada Lima”.

“Siapa yang biasa menyanyikan lagu Balonku Ada Lima dengan benar dan tepat dapat hadiah nasi goreng sepiring .” Ujar Saya. Dan kemudian salah satu diantara mereka menyangupinya untuk bernyanyi asal hadiahnya dua piring nasi goring karena mereka berdua datang mengawani anaknya.

Balonku ada lima

Rupa-rupa warnanya

Merah kuning kelabu, merah muda dan biru

Meletus balon hijau.. Door!

Hatiku sangat kacau

Balonku tinggal empat, kupegang erat-erat

“ ha..ha..ha , kok bisa tiba-tiba yang meletus balon warna hijau?. Balon hijaunya dapat dari mana ?. Padahal balon hijau tidak ada “ Tanya saya . Semuanya bingung  dan ada yang menjawab “ oh, iya yaa…sejak Taman-Kanak-Kanak guru kami mengajarkan seperti itu… tidak pernah protes berarti guru kami telah mengajarkan yang salah pada kami ,“ ujar salah seorang dari mereka.

“ Mungkin gurunya sedang galau mengajarkannya. Nanti penggubah lagu Balonku adalah Abdullah Totong Mahmud akan marah kepadamu padahal liriknya yang benar adalah:

Balonku ada lima
Rupa-rupa warnanya
Hijau, kuning, kelabu,merah muda dan biru

Meletus balon hijau DOR
Hatiku sangat kacau
Balonku tinggal empat
Kupegang erat-erat

“ Nah kalau salah pada lagu Balonku Ada Lima, coba nyanyikan lagu Bintang Kecil mana tahu tidak salah dan dapat juga merebut hadiah, ayo siapa berani hadiah menanti anda “ ujar saya dan kembali salah satu orangtua dari anak-anak mencoba menyanyikan Bintang Keciul:

Bintang kecil, di langit yang biru
Amat banyak, menghias angkasa
Aku ingin, terbang dan menari
jauh tinggi ke tempat kau berada

“ha..ha..ha kembali saya tertawa, mana ada pada malam hari … langit biru “ ujar saya kembali mengingatkan mereka. “ ini yang diajarkan guru kami pada waktu Taman Kanak-kanak  dulu“ jawab mereka serentak.

“ dulu waktu saya kecil lagu Bintang Kecil yang digubah oleh Daljono oleh guru saya mengajarkan bintang kecil dilangit yang tinggi  bukan bintang kecil dilangit yang biru, kenapa sekarang diubah yaa,” tanya saya pada mereka yang dijawab tidak tau.

Bintang kecil, di langit yang tinggi
Amat banyak, menghias angkasa
Aku ingin, terbang dan menari
jauh tinggi ke tempat kau berada

Dari lagu balonku dan bintang kecil lirik lagunya banyak dipengaruhi dari lagu Pelangi –Pelangi  yang merupakan lagu anak-anak legendaris.

Pelangi, pelangi, alangkah indahxmu
Merah, kuning, hijau, di langit yang biru
Pelukismu agung, siapa gerangan
Pelangi, pelangi, ciptaan Tuhan

Pulutan, Saiful Guci Oktober 2018

SHARE