Ciloteh Tanpa Suara-“Saya berselancar di google mencari sejarah Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota yang keluar nama Saiful Guci dalam cilotehtanpasuara.com untuk itu kami datang kemari untuk menanyakan sejarah Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota terutama tentang lambang yang berguna untuk tugas kuliah “ ujar Aprizal

“ memang jika kita berselancar di google akan kita temukan setidaknya empat macam bentuk lambang Kota Payakumbuh dan dua macam untuk lambang Kabupaten Limapuluh Kota. Tentu saja lambang pemerintah mempunyai sejarah dan arti filosofinya” ujar saya.

“ untuk lambang Kota Payakumbuh yang pertama dan yang dipakai sekarang yang mana pak Saiful Guci ?” tanya Aprizal kembali

Lambang Kota Payakumbuh

Pada awalnya lambang Daerah Tingkat II Payakumbuh adalah berdasarkan Peraturan daerah No.21/PD/DPRD/PYK-1972 dan pengesahan oleh Menteri Dalam Negeri dengan Keputusan tanggal 5 Agustus 1976 No.Pem.10/26.39-244.1976 kalau tidak salah saya berlaku sampai tahun 2012.

Pada lambang tersebut terkandung pengertian dan makna yang tercakup, antara lain :

  • Dasar Negara Pancasila.
  • Sejarah perjuangan dan pengorbanan masyarakat Payakumbuh dalam merebut, mempertahankan dan mengisi Kemerdekaan.
  • Budaya serta tekat masyarakat untuk melaksanakan pembangunan dan lain-lain.

Secara terperinci pengertian Lambang Daerah Kotamadya Payakumbuh adalah sebagai berikut :

  1. Gambar tameng warna biru sifat ramah tamah.
  2. Bis perisai warna merah keberanian dan kebenaran.
  3. Tujuh gerigi warna merah Tujuh Kenagarian yang mula-mula menjadi Kotamadya Payakumbuh.
  4. Bintang lima warna kuning emas Ketuhanan Yang Maha esa.
  5. Rumah adat gonjong lima warna hitam adat basandi Syarak dan kegiatan ekonomi.
  6. Padi tujuh belas butir warna kuning emas, dan kapas dua belas warna putih hitam, lambang kemakmuran. Sedangkan jumlah padi 17 butir dan jumlah kapas 12 mengandung arti lahirnya Kota Payakumbuh pada tanggal 17 dan bulan 12 (Desember),
  7. Jembatan warna coklat, sejarah kepahlawanan dan kelangsungan cita-cita.
  8. Air warna putih, keuletan/ketabahan menuju cita-cita.
  9. Tali bapilin tigo warna hitam, perpaduan antara Agama adat Undang-Undang.
  10. Tulisan Kotamadya Payakumbuh warna hitam Daerah Kotamadya Payakumbuh.

“ Ohya apa nama nagari yang tujuh mula-mula berdirinya Kotamadya Payakumbuh dan nama Kecamatannya ?” tanya Aprizal

“ Terbentuknya Wilayah Kecamatan tidak bersamaan waktunya  dengan realisasi Kotamadya Payakumbuh.Kecamatan terbentuk setelah Kotamadya Payakumbuh berusia 12 tahun. Pada  saat reaklisasi Kotamadya Payakumbuh tanggal 17 Desember 1970, Wilayahnya terdiiri dari 7 Nagari dan 73 Jorong.Nagari dikepalai oleh seorang Wali Nagari dan Jortong oleh Kepala Jorong.

Sejak realisasi Kotamadya Payakumbuh sampai dengan terbentuknya Wilayah Kecamatan tahun 1982, Wali Nagari yang berjasa sebagai pendiri Kota Payakumbuh pada masing-masing Nagari adalah :

  1. Kenagarian Koto Nan Gadang dengan Wali Nagarinya H.Syamsuar Yahya Dt.Rajo Malano dan kemudian digantikan oleh Darisun Dt.Paduko Basa.
  2. Kenagarian Koto Nan IV dengan Wali Nagarinya H.Muchtar Karim Dt.Nagari Basa kemudian digantikan oleh Chaidir Anwar Dt.Rajo Imbang.
  3. Kenagarian Limbukan / Aur Kuning dengan Wali Nagarinya Dt.Sinan Putiahdan digantikan oleh Nawapel
  4. Kenagarian Air Tabit dengan Wali Nagarinya Mahyuddin Dt.Bandaro Satidigantikan oleh Satar
  5. Kenagarian Tiakar Wali Nagarinya Bismai Dt.Gamuak
  6. Kenagarian Payobasuang Wali Nagarinya Agus Marahi
  7. Kenagarian Lampasi Wali Nagarinya Rustam.Z

“ Jika dulu Kota Payakumbuh dibawah 7 Kewalian dan kapan berubah menjadi Kelurahan Pak saiful Guci ?” tanya Aprizal kembali.

“Kotamadya Daerah Tingkat II Payakumbuh sewaktu diresmikan tanggal 17 Desember 1970 terdiri dari 7 Nagari dan 73 Jorong sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Barat No.155/GSB/1974. Dengan keluarnya UU.No.5 Tahun 1979 serta Peraturan Menteri Dalam Negeri No.2 Tahun 1980 jo Kepurtusan Menteri Dalam Negeri No.44 Tahun 1980, maka di Kotamadya Payakumbuh di akui berdiri Kelurahan sebanyak 73 buah.

“ Kapan diganti lambang Kota Payakumbuh seperti yang banyak beredar di google ?”

“ Menjelang akhir masa jabatannya, Wali Kota Payakumbuh Josrizal Zain, menganti Lambang Kotamadya Payakumbuh menjadi Lambang Kota Payakumbuh  karena adanya pemekaran nagari dengan Perda No. 3 Tahun 2012. Sejak Perda No. 3 Tahun 2012 tersebut dikeluarkan, maka Perda No. 21/PD/DPRD/PYK-1972 tentang hal yang sama, dinyatakan sudah tidak berlaku lagi.

Perubahan lambang daerah Kota Payakumbuh ini  terletak pada gerigi tameng yang sebelumnya berjumlah tujuh gerigi menjadi delapan gerigi. Gerigi pada lambang daerah Kota Payakumbuh bermakna jumlah nagari yang ada di daerah itu. Sebelumnya, nagari yang ada di Payakumbuh berjumlah tujuh,dimekarkan menjadi delapan . Kedelapan nagari itu, yakni Koto nan Ampek, Koto nan Gadang, Tiakar, Balai Jariang, Payobasuang, Lamposi Tigo Nagori, Limbukan dan terakhir Nagari Aur Kuniang.

Selain gerigi tulisan Kotamadya di semua lambang juga harus di ganti dengan Kota Payakumbuh

Secara terperinci pengertian Lambang Daerah Kotamadya Payakumbuh berdasarkan Peraturan Daerah No 3  TAHUN 2012 tentang Lambang Daerah Kota Payakumbuh
adalah sebagai berikut :

  1. Bentuk dasar perisai (tameng) melambangkan benteng perlindungan, pertahanan, dan persatuan bagi masyarakat daerah. Gerigi 8 (delapan) bagian atas melambangkan 8 (delapan) nagari yang yang ada di Kota Payakumbuh, yang sebelumnya ketika Kota Payakumbuh baru terbentuk berjumlah 7 (tujuh) Nagari yakni : Nagari Koto Nan Gadang; Nagari Koto Nan Ampek;Nagari Aia Tabik;Nagari Payobasuang;Nagari Tiaka;Nagari Lampasi; Nagari Limbukan Aua Kuniang.
    Nagari Limbukan Aua Kuniang dimekarkan menjadi 2 (dua) Nagari yakni Nagari Limbukan dan Nagari Aua Kuniang Oleh karena itu jumlah Nagari di Kota Payakumbuh menjadi 8 (delapan) Nagari yakni : Nagari Koto Nan Gadang; Nagari Koto Nan Ampek; Nagari Aia Tabik; Nagari Payobasuang; Nagari Tiakar;Nagari Lampasi; Nagari Limbukan;
    Nagari Aua Kuniang. Yang digambarkan pada gerigi lambang daerah menjadi 8 (delapan) gerigi.
  2. Warna dasar biru merupakan warna air melambangkan keramah tamahan, air jernih ikannya jinak mengandung harapan pada masa depan yang lebih baik, warna pinggir merah yang melambangkan keberanian, keuletan atas kebenaran;
  3. Rumah adat bergonjong lima dengan bintang segi lima diatasnya merupakan “balumbuang barumah gadang”, melambangkan pusat kegiatan ekonomi, tata kehidupan masyarakat, adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah;
  4. Padi dan kapas melambangkan cita-cita masyarakat menuju keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Kota Payakumbuh. Sedangkan angka 17 dan 12 mengandung arti lahirnya Kota Payakumbuh pada tanggal 17 dan bulan 12 (Desember);
  5. Jembatan mengandung unsur sejarah dan menggambarkan semangat kepahlawanan rakyat dalam menentang penjajahan, serta melambangkan pelangsung cita-cita rakyat menuju kemakmuran;
  6. Air mengalir melambangkan ketekunan dan ketetapan hati untuk mencapai tujuan;
  7. Warna coklat pada jembatan mencerminkan sifat-sifat masyarakat yang lemah lembut, bijaksana dan ulet;
  8. “Tali bapilin tigo” berwarna hitam yang melingkari pita warna putih yang bertulisan Kota Payakumbuh melambangkan perpaduan agama, adat, dan undang sebagai pegangan hidup masyarakat.

“ Dengan hanya perubahan dan pemekaran Nagari di Kota Payakumbuh yang hubungan Pemerintahannya secara hirarki adalah Walikota, Camat dan Kelurahan dan tidak menyangkut kepada Walinagari kenapa Lambang Daerah yang syarat filosofi dirubah ?” tanya Aprizal lagi

“ itu tidak kapasitas saya untuk menjawabnya , tentu hal ini ditanyakan kepada Pemko  Payakumbuh dan DPRDnya sebab sekarang dengan dileburnya  Nagari Lamposi Tigo Nagari menjadi Nagari Sungai Durian, Nagari Parambahan dan Nagari Koto Panjang Dalam. Sehingga sekarang Kota Payakumbuh bukan terdiri dari 8 nagari lagi, melainkan sudah 10 nagari. Apakah Gerigi di tamengnya juga akan dirubah menjadi 10 buah  dan kalau tak salah tahun 2017 lalu pernah juga di usulkan untuk diubah kembali, dan sekarang banyak juga yang berdar gonjonglimonya warnanya kuning dan dipakai oleh Dinas dinas dalam websitenya  saya juga tidak tahu yang mana sekarang yang dipakai yang jelas karena Gerigi yang bisa diubah beda dengan dengan lambang Daerah Kabupaten Limapuluh Kota yang bentuknya oval tak punya gerigi tidak bisa diubah, kalau punya gerigi tentu dari 50 buah sudah diubah menjadi 79 gerigi” Jawab saya.

“ Ohya pak Saiful Guci, Lambang Kabupaten Limapuluh Kota bila dicari di google juga ada dua buah mana yang benar ?’ tanya Aprizal lagi.

“ terhadap lambang daerah Limapuluh Kota memang banyak dipakai oleh website Pemerintahan Kabupaten Limapuluh Kota yang salah, dimana kesalahannya berawal dari wwebsite Humas Limapuluh Kota dulunya, sekarang hal ini banyak juga dipakai. Pemerintah belum membuat surat edarannya mana lambang daerah yang benar. Ohya untuk lambang Limapuluh Kota cukup Aprizal baca di catatan saya Cikloteh tanpa Suara http://cilotehtanpasuara.com/blog/lambang-kabupaten-lima-puluah-kota-yang-benar/

Saiful Guci- Pulutan 12 April 2020