JANDA MUDA INGIN MENCARI JODOH

0
1696

Ciloteh Tanpa Suara-“Pak Saiful Guci, apakah bisa bantu saya untuk mencarikan seorang jodoh, suami yang siap menikah, mungkin ada teman-temannya Pak Saiful Guci yang cocok untuk saya” tulis seseorang dalam kotak percakapan.

Saya tidak serta merta membalasnya karena belum tahu siapa teman wanita dalam facebook ini, sesuai kebiasaan saya melihat beranda dulu tentang biodata perempuan tersebut, sebut saja “ Rahmi  Oktavia , kelahiran 1983, dengan status “rumit”, Marketing Bank Swasta

“ Bagaimana Pak Saiful, apakah bisa bantu saya ?” kembali pesan teks berbunyi. Saya mulai membalasnya,” mencari jodoh yang sesuai untuk seseorang itu mudah-mudah sulit, apalagi untuk Rahmi yang sampai saat ini  kita belum pernah bertemu, dalam informasi status yang kamu tulis “rumit” yang berusia 35 tahun dan bekerja pada marketing Bank Swasta” tulis saya.

“ Ohya, saya juga orang Payakumbuh bekerja di Pekan Baru, nanti waktu pulang kampung ke Payakumbuh saya akan singah ke tempat Pak Saiful Guci , yang penting , pak saiful mau mencarikan saya seorang jodoh  pria duda yang usianya lebih 40 tahun “ tulis Rahmi Oktavia

Sambil bergurau saya tanyakan “ kalau begitu, boleh saya tahu status kamu sekarang apakah masih gadis, jamu, jambersat, Jankeli atau jansikar ?” Tanya saya

“Saya tak mengerti istilah Pak Saiful Guci jamu, jambersat, Jankeli atau jankar ?” tulis Rahmi Oktavia

“ hahahaha Jamu adalah singkatan Janda Muda, Jambersat singkatan Janda Beranak Satu, Jankeli singkatan Janda kematian laki dan Jansikar adalah Janda Sibuk Karir” ulas saya

“ hehehehehe ada ada saja istilahnya, saya Jamu Sikar, Janda Muda Sibuk Karir pak Saiful Guci “ tulis Rahmi Oktavia

Saya mengorek informasi lebih lanjut tentang  perempuan ini, sambil kirim pesan “ Sudah lama Rahmi Oktavia menjanda ? dan apa penyebab kamu berpisah ?” Tanya saya.

Dia membalas “ Saya menikah selama satu tahun, belum punya anak dan telah bercerai secara baik-baik sejak tahun 2013 lalu , Pak saiful Guci “. Saya bertanya lebih dalam lagi “ apa penyebabnya ?”. Rahmi Oktavia membalas “ penyebab perceraian kami, biarlah menjadi rahasia kami berdua pak Saiful Guci,”. Saya mengirim pesan simbolis “ apakah mantan suamimu: tapai, pisang, atau mentimun”. Tulis saya.

“Rahmi, tidak mengerti, apa maksud tapai, pisang atau mentimun ?”. Tulis Rahmi  Oktovia .

Kemudian saya membalasnya dengan sedikit humor:“ maksudnya senjata otomatis mantan suami mu itu yang pelurunya apabila ditembakkan bisa menyasar kemana – mana , karena baru satu tahun telah bercerai, apabila pistolnya seperti  “tapai” ibaratkan hanya sepotong daging lunak, dan apabila seperti “pisang”  pistolnya bergagang panjang tapi lembek, atau seperti “ mentimun” pistol gagang pendek seperti “mentimun” walau kecil tapi kuat.“ tulis saya.

Agak lama dia membalas percakapan, akhirnya pesan muncul juga ” itulah masalahnya Pak Saiful Guci, mantan suami saya seperti tapai dan yang menyakitkan di gay lagi penyuka sesama lelaki, makanya kami berpisah baik-baik setelah satu tahun pernikahan, maaf Pak Saiful Guci, saya sampai saat ini masih utuh dan suci, karena mantan suami saya itu tidak tertarik sama wanita. Pernah saya paksa, dia muntah-muntah. Dia bekerja di Perusahaan swasta asing tetapi berbeda kota, kami berkenalan melalui diperkenalkan oleh teman saya. Karena usia saya telah hampir 30 tahun, tanpa perkenalan lama  ( satu bulan saja) saya setujui saja ajakan segera menikah karena dia pria telah mapan dalam pekerjaannya, baru setelah menikah saya mengetahui mantan suami saya itu dikantornya di panggil mami, menyakitkan memang Pak Saiful Guci. Rupanya dia menikah untuk mengambil status saja dengan pernah menikah. Pada awalnya satu bulan pernikahan saya telah mau meminta cerai, tetapi malu sama teman dan tetangga. Baru satu tahun kami urus perceraian tersebut “ tulis Rahmi Oktavia.

“Apakah orang tua Rahmi Oktavia masih hidup ? ”. Agak lama dia membalas “ maaf Pak saiful Guci , terlambat membalasnya, saya terharu , itulah masalahnya , sejak saya menikah saya putus kontak dengan kedua orang tua saya, karena mereka tidak setuju saya menikah dengan mantan suami saya tersebut“ tulis Rahmi Oktavia.

“Mau kah Rahmi Oktavia saya tunjukkan cara mendapat jodoh yang baik “ . tulis saya, langsung dibalas “ mau, bagaimana caranya, pak”. “Apakah kamu bisa baca Alquran”. “ bisalah pak, saya sekolah di MTs dulu”. Balas Rahmi.

Dengan berlagak sebagai seorang spritual andal saya menyatakan kepada Rahmi Oktavia akan menunjukkan kepadanya cara mencari jodoh yang baik , walaupun saya tahu urusan jodoh adalah urusan Allah. Tetapi untuk menyenangkannya, saya berjanji untuk mencarikan dia jodoh, mana tau salah satu teman-teman saya memang berjodoh dengannya.

“ Kadang kadang Allah sebelum mengirimkan jodoh yang baik, mendatangkan kepada kita dulu jodoh yang jelek, maka untuk mendapatkan jodoh yang baik ada langkah-langkah yang Rahmi Oktavia lakukan setiap malam sebelum tidur: Pertama, berwuduklah untuk mengerjakan shalat sunat dua rakaat. Dan kemudian  bacalah “Lahaula Wala Quwata Illa Billah Hil Aliyil ‘Azim.”maksudnya “Tiada Kekuatan dan Daya Melainkan dari Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Mulia.” Lalu teleponlah ibumu untuk meminta maaf karena ridha Allah di atas keridhaan orang tua. Kalau belum ridha orang tua Allah belum meridhai kita.

Selesai menelpon ibumu berdoalah dengan hati lembut  “Ya Allah yang Maha Pengampun lagi Maha Bijaksana, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Yang Maha Perkasa lagi Maha Berkehendak, ampunilah berbagai dosa-dosa saya, ampunilah saya, sucikanlah jiwa saya, rahmatilah saya, pancarkanlah cahayaMu kepada saya, tampakkanlah cahayaMu yang mulia melalui jiwa dan wajah saya. Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami jodoh kami dan keturunan yang baik-baik. Yaa Allah , berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia & akhirat”.

Perhatikan dan turutilah nasehat kedua orangtuamu walaupun itu urusan jodoh walau kamu berpendidikan tinggi telah mapan secara materi. Perbanyaklah sedekah , dan saya sarankan menikahlah pada bulan Jumadil Akhir bulan kasih sayang.” Tulis saya.

“Nasehat dari Pak Saiful akan saya laksanakan, tetapi jika ada calon mohon kabari Rahmi, supaya saya bisa pulang ke Payakumbuh “ tulis Rahmi Oktavia.

DUA BULAN  setelah saya lupa atas chating ini, tepat tadi malam pada kotak inbox saya tertulis pesan “Pak Saiful Guci, semua saran telah saya ikuti, sekarang kami sudah berkumpul dengan ayah dan ibu serta adik saya yang baru datang dari Kampung, hari sabtu akan ada pertemuan, oh ya saya sudah menemukan jodoh saya, duda tidak punya anak kematian istri akibat kecelakan , dosen di PTS, kami rencana akan menikah pada tanggal 25 Februari 2019 sesui bulan Jumadil Akhir saran Pak Saiful Guci, kalau ada waktu pak Saiful hadir yaa” tulis Rahmi Oktavia.

“Apa kata saya dulu, apabila kita membangun komunikasi dengan baik bersama orangtua, maka Allah akan memberikan yang terbaik pula sesuai dengan doa kita. Semoga jodohmu lelaki terbaik buat mu. Ingatlah setelah hari hujan, Allah kirimkan kita pelangi. Dan apabila ada kesempatan saya akan berkunjung “ jawab saya.

“ ohya , jangan lupa bapak kirimkan no rekening peduli pendidikan anak dhuafa yang Pak Saiful kelola bersama anak-anaknya, ada rezeki yang akan saya transfer” tulis Rahmi Oktavia

“ terimakasih atas perhatiannya, kirim saja ke rekening dengan Nomor : 900500307 a.n Yayasan Kasiah Bundo Bank BNI Syari’ah di Payakumbuh.” Lihat saja  https://web.facebook.com/groups/1414693622128974/

Saiful Guci-20 Oktober 2018.

 

SHARE