DENDAM ANAK KEPADA SANG AYAH PENGHALANG REZEKI DAN SUKSES

0
90

Ciloteh Tanpa Suara-“ Pak Saiful , minggu besok saya mau ikut tes CPNS, mungkin tes terakhir bagi peruntungan nasib saya karena umur saya sekarang telah 33 tahun  honor telah 10 tahun dan berikanlah sedikit nasehat  agar saya dapat sukses menghadapinya” ujar Novi kepada saya.

“ Apalah yang akan saya beri nasehat, yang penting dilakukan adalah menghafal dan mengerjakan latihan bersama teman-teman dan yang tak kalah pentingnya Novi  harus menyingkirkan sepuluh dosa besar sebagai penghalang pintu rezeki atau kesuksesan, menyingkirkannya harus dimulai dari pertama apabila yang pertama telah bersih baru lanjut ke nomor dua dan selanjutnya, tidak boleh loncat ke nomor yang lain umpamanya dari nomor dua ke nomor empat“ jawab saya.

Novi sangat bergembira mendengar jawaban saya “ Nah, itulah enaknya berkomunikasi sama pak Saiful Guci nyambung terhadap apa yang saya rasakan “ sambil mengepal kedua tangannya setinggi bahu, kemudian” ceritakanlah ke pada Novi terhadap 10 dosa besar penghalang rezeki dan kesuksesan tersebut” ujar Novi

“ Yang saya sampaikan adalah kajian Yusuf Mansur terhadap 10 dosa besar penghalang rezeki dan kesuksesan, coba Novi contreng satu persatu dan jika tersangkut perbaiki baru dilanjutkan ke nomor berikutnya.  Pertama syirik (menyekutukan Allah), kedua meninggalkan sholat, ketiga durhaka kepada kedua orangtua, keempat berbuat zina, kelima memperoleh rezeki yang haram, keenam  minum arak, ketujuh memutuskan tali silaturahmi, kedelapan menuduh dan bersaksi palsu, kesembilan kikir lagi pelit dan kesepuluh membuat gossip atau ghibah. Nah Novi tersangkut sampai dinomor berapa ?” Tanya saya.

Kemudian Novi terlihat kuyu menjawab pertanyaan dari saya” berbuat syirik tidak pernah, meninggalkan sholat sekali sekali dan durhaka kepada kedua orang tua, iya dan saya sudah tersangkut pada nomor tiga ini karena saya sangat dendam kepada Ayah saya yang telah menceraikan ibu saya “ jawab Novi

“ Kalau begitu  perbaiki dulu nomor dua dan tiga baru bisa masuk ke nomor empat dan selanjutnya. “Ohya umur berapa Novi di tinggalkan oleh Ayah, dan penyebabnya apa ?” Tanya saya.

“Dia pemalas berusaha disamping itu dia penagani ibu Novi, masih teringat oleh saya saat berumur lima tahun Ayah menangani ibu, dan terbayang-bayang terus oleh Novi sambil membawa boneka, saya berlari ke rumah tetangga meminta bantuan, dan kemudian mereka bercerai dan dua tahun kemudian rujuk kembali namun perangai ayah tidak berubah, pada waktu Novi di SMP , Ayah Novi menikah lagi dengan perempuan dari nagari sebelah, kemudian saya bilang sama ibu, untuk mintak cerai kepada Ayah, kasihan sama ibu setiap hari bertengkar “ ujar Novi.

“Apakah ibumu juga dendam kepada Ayahmu?” balas saya

“ Iyalah Ibu saya selalu menanamkan bibit kebencian apalagi Ayah telah punya istri baru dan jarang datang kerumah dan tidak memberi uang belanja lagi sama ibu sehingga kami berdua sangat dendam kepada Ayah” ujar Novi

“berarti Ibumu dan Novi menciptakan kamu menjadi anak dan orang yang bodoh, pantas Novi terhalang rezekinya tidak dapat diterima sebagai CPNS karena bodoh tadi“ ujar saya

“ Bodoh baa Novi dek  Pak Saiful, IPK Novi tinggi 3,4 kok disekolah 10 besar, tak mungkinlah jadi orang bodoh” jawab Novi kesal

“Indek Prestasi tinggi tidak menjamin orang sukses. Coba novi dengarkan perbedaan ibu Novi dengan ibu saya dalam perkara mendidik anaknya. Ibu saya yang namanya Yuliunar, Saya dengan adik saya ditinggal Ayah sejak umur satu tahun pisah dan menikah lagi, dan kamu baru setelah berumur 16 tahun ditinggal Ayah sudah tertanam rasa dendam.

Betapa bersyukurnya saya mempunyai seorang ibu yang selalu menanamkan dalam pikiran kami dua beradik sedarikecil supaya kami besar kelak harus jadi orang Pandai dan sukses , masih ingat pesan beliau “ Saiful, kamu adalah anak orang Pandai Sikek, jangan kamu besar menjadi orang yang bodoh atau menjadi orang Bodoh Sikek, Ibu mendoakan Saiful menjadi orang yang pandai dan sukses, dengan cara menjadi orang yang pemaaf dan selalu berbuat baik kepada banyak orang. Berapapun kesalahan Ayahmu yang telah meninggalkan kita sejak umurmu satu tahun, tetapi janganlah kamu simpan dendam kepadanya. Apabila dia telah tua nanti, terdengar kabar olehmu dia sakit dan di usir oleh istri dan anaknya tolong rawat dia. Berbakti kepada orangtua, Itulah pintu rezeki dan kesuksesanmu. Sekali lagi,Ibu tidak menginginkan kamu menjadi orang yang bodoh.

Ibu saya selalu membaca Firman Allah SWT: “Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma´ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.” (QS. Al-A’raf: 199). Dan Sabda Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam mengatakan, “Apa ini, wahai Jibril?” Ia mengatakan, “Sesungguhnya Allah memerintahkan kepadamu supaya memaafkan orang-orang yang berbuat zhalim kepadamu, memberi kepada orang yang tidak memberi, dan menyambung orang-orang yang memutuskan perhubungan denganmu.” (Ath-Thabari dan Ibnu Abi Hatim)

Novi ingin tau apa yang terjadi, setelah 32 tahun kemudian ramalan ibuku terjadi, Ayah saya sakit dan diusir dari keluarganya. Dan ibu, saya beserta adik saya menerima Ayah kembali dan kami tidak punya rasa dendam  sampai  Ayah saya meninggal di pangkuan saya dan di kuburkan dekat rumah saya di Pulutan. Sejarah membuktikan, sejak Ayah saya kami terima tanpa dendam, rezeki saya luas dan sukses dalam karir, suatu hal yang tidak bisa terbayangkan dan tidak masuk akal, yang semula saya sebagai Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) pada tahun 2001 saya dipercaya menjadi Camat Harau, guru dan dosen pada tiga Perguruan Tinggi di Payakumbuh.  Jadi kunci sukses, pemaaf tidak pendendam dan selalu berbuat baik” Terang saya.

“ rasa maaf dan dendam itu sampai kini yang masih ada bagi saya pak Saiful, tapi mendengar nasehat pak Saiful saya akan mencoba memaafkannya” jawab Novi

“ Kita harus percaya kepada Rukum Iman yang keenam, yaitu tentang Qadha dan Qadar.Qadha adalah ketetapan Allah. Sedangkan Qadar perwujudan atau kenyataan ketetapan Allah terhadap semua makhluk dalam kadar dan berbentuk tertentu sesuai dengan iradah-Nya. Terhadap kita memperoleh Ayah seperti itu atau terhadap nasib kita, kita harus percaya itu adalah ketentuan dari Allah. Ingat kisah nabi Ismail yang ditinggalkan oleh Ayahnya bersama ibunya Siti Hajar di tengah Gurun Sahara yang tandus, Siti Hajar dan Ismail tidak dendam kepada Ayahnya Nabi Ibrahim ” Balas saya

“ mulai hari ini, saya akan mencoba mencari Ayah saya di Kampung atau sekurangnya menelponnya untuk meminta maaf kepadanya. Ohya kembali pada pokok persoalan tadi pak Saiful apakah ada doa menghadapi tes CPNS  ini ? Tanya Novi lagi

“ kalau saya setiap menghadapi apapun tes dan ujian selalu membaca “ Bismillaahirahmaanirrahiim, Ya Latifu, Ya Hafizu, Ya Haqqimu, Ya Allah, Asyhaduallaa ilaahaillallaah wa asyhadu anna Muhammadarrasuulullaah, Laahaula walaa quwwata illa billaahil ‘aliyil ‘azhiim maksudnya kita memohon kepada Allah apa yang kita baca itu soal yang keluar dan benar dalam menjawabnya “ ulas saya.

“terimakasih pak Saiful atas nasehatnya, saya tidak akan dendam lagi sama Ayah saya dan saya tidak mau lagi jadi orang yang bodoh, saya mau jadi orang sukses dengan rezeki yang luas “ ujar Novi.

Bagi saya “ sukses itu telah bisa membahagiakan kedua orangtua”.

Saiful Guci- Pulutan 3 November 2018