Ciloteh Tanpa Suara- Saat saya bertemu dengan teman sama di SMP dulu, setelah 35 tahun tak bertemu, kami bercerita panjang tentang sejarah perjalan hidup kami, dan kemudian saya bertanya tentang keluarganya. “ Saya telah punya istri 3 istri dan anak 9 orang “ ujar teman saya Wendri.

“ itu baru laki-laki punya istri tiga, sedangkan saya baru laki karena punya “isone alias istri satu “ jawab saya yang disambut gelak tawa kami berdua.

“ Begini Saiful disamping saya menjalankan bisnis property di Jakarta saya juga orang Partai Politik , Nah beristri tiga sama dengan orang berpolitik, karena harus belajar dulu ilmu berbohong . Istri pertama orang kampung kita dan Istri kedua dan ketiga orang Sunda dan Jawa. Keluarga istri kedua saya dulunya adalah wakil Bupati di salah satu daerah di Jawa Barat, makanya saya bersama mamak rumah saya tersebut ikut juga mengurus partai politik.” Tutur Wendri

“ enak juga punya istri tiga dan bagaimana pula tentang ilmu berbohong ?” Tanya saya.
“Ohya Saiful terhadap ilmu berbohong, sejak kita mulai berniat untuk memadukan istri dalam pikiran kita telah tumbuh saja ilmu berbohong tersebut. Misalnya, dalam hal berbicara kita harus berbuat tidak sama apa yang kita ucapkan dengan apa yang ada dalam hati kita, yang jelas orang yang mendengar senang dan tujuan kita tercapai begitu juga berpolitik.

Jika mempunyai istri dua atau tiga kita belajar untuk memberikan pujian palsu hanya untuk disukai begitu juga orang politik. Padahal kita mengetahui , sakit hati yang ditimbulkan ketika kebenaran keluar dari pujian palsu jauh lebih melukai daripada mengatakan hal yang sejujurnya. Berbeda dengan kita punya istri satu, apabila ada perbedaan kita akan memilih diam jika tidak dimintai pendapat, atau mengatakan secara halus bahwa itu kurang sesuai.

Kebohongan seolah-olah menjadi tempat berlindung yang aman, padahal sama sekali bukan tempat tinggal yang menentramkan. Salah satu kebohongan mengarah ke kebohongan yang lain , kita akan terus-menerus berada dalam jaringan kebohongan, dan akan menemukan kesulitan untuk menemukan kejujuran dalam setiap tindakan kita. Tidak berat mempelajari ilmu berbohong ini , seperti halnya orang melompat masuk kolam renang , sampai di dalam kolam renang sudah datang saja naluri untuk berenang.

Kenapa kita harus berbohong, ada kalanya banyak kebohongan yang didasari alasan yang lugu dan demi kebaikan. Misalnya ”Saya bilang penampilan istri pertama saya cantik, padahal sesungguhnya menurut saya dia kelihatan seperti karung di dinding, gemuk dan pendek karena telah melahirkan tiga anak.

Setiap hari, mungkin dalam menjawab pertanyaan yang sederhana saja , orang akan berbohong minimal dua kali sehari dan hal tersebut tidak sadar sudah berapa kali dan berapa lama mereka berbohong. Sebab kebanyakan kebohongan itu dianggap biasa dan memang diharapkan, akibatnya sulit mengenali kebohongan itu lagi. Dalam kancah politik,seseorang berbohong untuk memanipulasi orang lain atau secara sengaja untuk menyesatkan orang lain. Dan, ini cukup sering terjadi. Lebih sering dari yang kita bayangkan. Kadang kadang kebohongan ini di kemas untuk mencapai tujuan tertentu” Tutur Wendri.

“ itu sebabnya, banyak kebohongan yang sedang kita dengar dan tonton dihadapan kita yang sudah menjadi hal biasa “ ujar saya singkat.

Didunia politik berbohong dianggap hal biasa, masyarakat jelas sakit hati dibohongi terus dan kepercayaan terhadap pimpinan dan politisi turun. Dan walaupun faktanya kita sekarang sering mendengar kebohongan dari para penguasa, tetap sulit memergoki mereka saat mereka sedang berbohong. Terlebih kalau mereka berbohong dengan cara mempermainkan fakta.

”Saat kita dibohongi oleh orang yang punya kekuasaan, keyakinan kita terhadap institusi politik tersebut hancur – sehingga warga sangat sinis menanggapi setiap motivasi mereka.” Ulas Wendri

Saya menyela “ sudah ilmu tingkat tinggi, ilmu berbohong kawan, indak taturuikan dek ambo lai “ ujar saya

Ilmu berbohong sudah kita peroleh sejak kecil. Seberapa sering kita berbohong tergantung pada cara kita dibesarkan. Berbohong memainkan peranan dalam interaksi sosial sejak usia dini. Kepada anak-anak kita menceritakan tidak boleh keluar malam karena hantu pocong ada di luar rumah. Dan kita juga mengajarkan anak-anak , walaupun dalam keadaan lapar, harus berbasa basi dulu untuk menyatakan baru selesai makan apabila ditawari orang untuk makan.

”Kita membuat anak-anak bingung, dan pada akhirnya mereka belajar bahwa walau kejujuran adalah kunci, tapi kadang-kadang boleh-boleh saja dan dimungkinkan untuk berbohong tentang suatu hal.

Jadi, lain kali kalau kita mendengar fakta yang aneh atau seseorang mencoba mengalihkan pertanyaan, berhati-hati mungkin apa yang Anda anggap benar bisa jadi kebohongan makanya saya sarankan untuk Saiful tidak cocok menjadi orang politik, karena dari kecil saya mengenal Saiful orang sosial “ terang Wendi berapi api memberikan pelajaran ilmu berbohong.

“ ohya, Wendri satu pertanyaan saya, apa Anda berbahagia beristri tiga dan berpartai politik dengan jumlah kekayaan yang sekarang?” Tanya saya

“ terus terang saya tidak berbahagia, bagaimana akan berbahagia sebab hidup dihantui dalam kebohongan terus menerus baik dengan keluarga maupun dalam Partai kalau kita tidak berbohong kita tidak akan duduk karena kita mempunyai tiga kepentingan,: untuk diri sendiri, partai atau golongan dan negara. Tentu saja kita akan berbohong terlebih dahulu untuk mencapai kepentingan diri sendiri supaya dapat duduk kembali sebelum kepentingan golongan/partai dan negara” ujar Wendri

“ oh jadi , untuk punyai istri lebih dari satu dan punya jabatan dan kekayaan kita harus banyak belajar berbohong” ujar saya kembali.

“ ketahuilah, siapapun orangnya apakah dia seorang buya, naik haji berkali-kali, maha guru, motivator atau pejabat dari kepala desa/nagari sampai presiden apabila dia sudah masuk keranah politik apalagi beristri lebih dari satu dia telah mahir ilmu berbohong . Mungkin saja dia dulunya seorang idealis, tetapi karena berada ditengah-tengah orang yang suka menilai, akhirnya mereka berubah menjadi bunglon sesuai keinginan mereka.

Untuk bisa berbohong dengan canggih itu ada 4 Cara. Pertama, Anda harus memiliki mental baja.
Kedua, Anda harus ingat atas kebohongan sebelumnya. Ketiga, Anda mesti menyiapkan kebohongan lainnya untuk menutupi kebohongan sebelumnya.
Keempat , Anda mampu mengajaklah orang lain untuk bersekongkol dengan kebohongan Anda,“ pungkas Wendri

“ ondeh kurapai kawan ambo si Wendi nan mahir ilmu berbohong ini, punyai istri tiga usaha lancar mempunyai mobil dan rumah mewah dengan kekayaan milyaran rupiah , tetapi hidupnya tidak berbahagia“ ujar saya dalam hati.

APA YANG ENGKAU CARI TANYA SAYA KEDIRI SENDIRI ?
Hidup ini hanya tentang Persepsi

Saiful Guci, 4 Oktober 2018

SHARE